Pria berusia 64 tahun itu ditemukan meninggal dunia dalam posisi tergantung di area belakang rumahnya.
KU pertama kali ditemukan sekitar pukul 10.00 WITA pagi oleh seorang warga bernama Kusna yang sedang berjalan kaki hendak menjemput anaknya pulang sekolah. Saat melintas di dekat rumah KU, Kusna itu tubuh KU tergantung dengan tali jemuran melilit di bagian leher.
“Saya awalnya mau jemput anak sekolah. Pas lewat belakang rumah itu saya lihat ada orang tergantung. Saya sempat tidak percaya, lalu mendekat dan ternyata memang benar. Setelah itu saya langsung panggil warga lain,” ujar Kusna kepada Korankaltim.com.
Penemuan tersebut langsung membuat warga berdatangan ke lokasi. Banyak warga mengaku terkejut lantaran KU dikenal cukup aktif di lingkungan tempat tinggalnya. Selain bekerja sebagai tukang, KU juga diketahui pernah menjadi marbot di musala sekitar rumahnya.
Menurut Kusna, beberapa jam sebelum ditemukan meninggal dunia KU masih terlihat menjalankan aktivitas seperti biasa.
“Tadi subuh masih sempat azan di langgar. Kemarin juga masih keluar rumah seperti biasa. Jadi warga benar-benar tidak menyangka,” papar pria berusia 39 tahun itu.
Mendapat laporan tersebut, personel kepolisian bersama Tim Inafis Polresta Samarinda langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi.
Pamapta II Polresta Samarinda Ipda Ilham Satria Brajanata mengatakan, dugaan awal memang mengarah pada aksi bunuh diri namun polisi masih mendalami penyebab pasti kematian korban karena ditemukan indikasi lain saat pemeriksaan awal.
“Hasil sementara memang almarhum ditemukan dalam posisi tergantung menggunakan tali jemuran. Tetapi ada indikasi kekerasan yang masih kami dalami,” jelas Ilham.
Jenazah korban telah dibawa ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda guna pemeriksaan medis lebih lanjut, termasuk kemungkinan dilakukan autopsi apabila ditemukan unsur kekerasan.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang memiliki permasalahan, segera konsultasikan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Editor: Aspian Nur