Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III APT Pranoto Samarinda, Riza Arian Noor, mengatakan curah hujan kategori menengah diprakirakan terjadi di sebagian besar wilayah Kaltim pada periode 21 – 31 Mei 2026.
Curah hujan tersebut diperkirakan pula berada pada kisaran 50 hingga 150 milimeter dengan peluang kejadian di atas 80 persen.
“Kondisi tersebut menandakan bahwa potensi hujan masih cukup merata di berbagai wilayah Kaltim,” ujar Riza, Jumat (22/5/2026).
Meski demikian, beberapa wilayah akan diprediksi mengalami intensitas hujan lebih tinggi dibanding daerah lainnya. Salah satunya ungkap Riza, berada di kawasan perbatasan Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu yang diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat.
“Curah hujan di kawasan tersebut berpotensi mencapai 150 sampai 300 milimeter dan ini termasuk kategori tinggi,” ucapnya.
Lebih lanjut, Riza menilai kondisi cuaca pada akhir bulan Mei masih dipengaruhi tingginya aktivitas pembentukan awan hujan di wilayah Kaltim. Karena itu, masyarakat diminta tetap memperhatikan perkembangan informasi cuaca, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan bencana hidrometeorologi.
“Selain prakiraan curah hujan, kita juga memprediksi sifat hujan pada dasarian III Mei secara umum berada pada kategori bawah normal, yakni sekitar 50 hingga 84 persen dari kondisi rata-rata klimatologis,” katanya.
Meski begitu, sejumlah daerah diperkirakan masih memiliki sifat hujan normal. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Paser, Kutai Timur, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara, Mahakam Ulu, hingga Kota Balikpapan.
Di sisi lain, Riza mengungkapkan, untuk laporan pemantauan BMKG pada dasarian II Mei menunjukkan sebagian besar wilayah Kaltim mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) dalam kategori sangat pendek. Beberapa daerah tercatat hanya mengalami satu hingga lima hari tanpa hujan.
“Bahkan di sejumlah kecamatan, durasi tanpa hujan hanya berlangsung dua hari berturut-turut,” sebutnya.
Editor: Erwin