Massa aksi yang berjumlah sekitar 200 hingga 250 orang itu menyampaikan aspirasi terkait dugaan temuan kebijakan pemerintah provinsi serta menyerahkan sejumlah dokumen kepada Kejati Kaltim. Pengamanan aksi melibatkan 1.290 personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, Damkar, Dishub, Dinas Kesehatan hingga relawan.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar mengatakan, pengamanan dilakukan sejak pagi hari ketika massa mulai menggelar aksi di Kantor Kejati Kaltim sekitar pukul 10.00 WITA. Setelah itu, massa bergeser menuju Kantor Gubernur Kaltim untuk melanjutkan aksi penyampaian aspirasi.
“Setelah mulai dari tadi sekitar jam 10, kita melakukan pelayanan aksi unjuk rasa dari teman-teman Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim. Tadi ada dua objek yang mereka datangi yaitu di Kantor Kejaksaan Tinggi Kaltim dan Kantor Gubernur,” ujar Hendri Umar kepada wartawan.
Menurutnya, di Kejati Kaltim massa menyerahkan sejumlah data dan dokumen yang diharapkan dapat ditindaklanjuti aparat penegak hukum. Setelah melaksanakan ishoma, aksi kemudian kembali dilanjutkan di Kantor Gubernur Kaltim sejak pukul 13.30 WITA.
Hendri menyebut seluruh rangkaian aksi berakhir sekitar pukul 17.30 WITA tanpa adanya bentrokan maupun gangguan keamanan lainnya. Ia mengapresiasi seluruh pihak, termasuk peserta aksi dan personel pengamanan, yang sama-sama menjaga situasi tetap tertib.
“Alhamdulillah massa sudah mulai membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing tanpa ada terjadi permasalahan yang berarti. Tidak ada korban jiwa, tidak ada bentrokan, dan situasi tetap kondusif,” katanya.
Ia juga menjelaskan, sekitar pukul 17.00 WITA, Gubernur Kaltim bersama Wakil Gubernur dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah menerima sekitar 30 perwakilan massa aksi di Ruang Ruhui Rahayu untuk berdialog secara langsung.
“Kita berharap dengan ditampungnya aspirasi masyarakat ini bisa menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan sehingga situasi di Kaltim semakin baik dan kondusif,” tuturnya.
Dalam pengamanan tersebut, Polresta Samarinda turut dibantu personel TNI dari Denpom, Yonzipur, Kodim 0901 Samarinda, personel Brimob Batalyon B, Satpol PP, Damkar, Dishub hingga tenaga kesehatan dan relawan guna mengantisipasi berbagai kemungkinan selama aksi berlangsung.
Editor: Erwin