Hasil pembangunan ulang tersebut ditinjau langsung oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun untuk memeriksa kualitas fisik serta kelengkapan mebeler sekolah pascapengerjaan konstruksi Kamis (21/5/2026).
Dijelaskannya, bangunan lama sekolah tersebut memang didominasi material kayu dengan kondisi yang kurang layak. Kini setelah dilakukan rehabilitasi total, sekolah tampil dengan desain baru yang lebih modern dan nyaman bagi siswa maupun tenaga pengajar.
Hasil pembangunan fisik hingga pengadaan mebeler disebut cukup memuaskan. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda kini hanya perlu menyelesaikan beberapa bagian penataan tambahan, seperti pagar sekolah.
“Secara umum saya katakan pekerjaannya lumayan bagus, dan mebelnya juga bagus kualitasnya. Tinggal sedikit penataan pagar,” kata Andi Harun.
Andi Harun mengaku bersyukur pembangunan sekolah tetap dapat direalisasikan meski kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir.
Meski demikian, ia memastikan sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas yang pengerjaannya terus dilakukan. “Perhatian terhadap pendidikan akan terus kita berikan secara bertahap,” tegasnya.
Dalam kunjungan tersebut, ia sempat mencoba duduk di dalam ruang kelas untuk merasakan langsung suasana belajar di sekolah. Desain bangunan SDN 012 dinilai cukup baik karena mampu menciptakan sirkulasi udara yang nyaman tanpa harus bergantung pada pendingin ruangan (AC).
“Saya mencoba menangkap atmosfer suasananya, ternyata desain fisiknya sudah bagus dan tidak harus mengandalkan AC karena biaya operasionalnya besar,” ujar Andi Harun.
Konsep pembangunan SDN 012 tersebut berpotensi menjadi model atau prototipe desain pembangunan sekolah di Kota Tepian pada masa mendatang. “Saya kira ini bisa menjadi prototipe desain untuk sekolah-sekolah di Samarinda,” tutup Andi Harun.
Editor: Aspian Nur