Pantauan Korankaltim.com di lapangan, para massa aksi tersebut kembali membawa sejumlah tuntutan yang sebelumnya telah disuarakan dalam aksi 214 bulan lalu. Beberapa poin yang disampaikan oleh para massa aksi diantaranya terkait korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), meminta Rudy Mas'ud untuk menyetujui hal angket dan jika tidak mampu menyetujui hal tersebut pihaknya mendesak agar gubernur untuk mundur.
Tuntutan lainnya ialah persoalan pembangunan jalan yang menghubungkan Kutai Kartanegara, Kutai Barat hingga Mahakam Ulu yang dianggap masih banyak rusak, pembatalan diredistribusi jaminan kesehatan kepada 83 ribu masyarakat, laundry pakaian yang menggunakan dana masyarakat serta nilai gaji TAGUPP yang cukup besar.
Dalam aksi yang digelar saat cuaca cukup panas, para massa aksi menuntut agar bisa masuk ke dalam kantor Gubernur guna bertemu langsung dengan Gubernur Kaltim.
Editor: Aspian Nur