Pengamanan dilakukan di dua lokasi utama, yakni Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim di Samarinda Seberang dan Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) di Samarinda Ulu.
Ribuan personel tersebut berasal dari unsur kepolisian, TNI, pemerintah daerah hingga relawan. Aparat disebar di sejumlah titik guna memastikan jalannya aksi tetap aman, tertib dan kondusif.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar melalui Kasi Humas Ipda Arie Soeharyadi mengatakan, pengamanan melibatkan kekuatan penuh dari berbagai instansi untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama aksi berlangsung.
“Untuk pengamanan kegiatan penyampaian aspirasi pada 21 Mei 2026, kami menyiapkan sebanyak 1.220 personel gabungan guna memberikan pelayanan keamanan kepada masyarakat dan peserta aksi,” ujar Arie, Rabu (20/5/2026).
Ia menjelaskan, Polresta Samarinda menurunkan 360 personel. Selain itu terdapat tambahan enam personel dari Direktorat Pamobvit Polda Kaltim dan bantuan 100 anggota dari Polres Kutai Kartanegara.
Pengamanan juga diperkuat dua kompi Satbrimob Polda Kaltim dengan total 240 personel serta satu kompi Dalmas sebanyak 135 personel. Sementara dari unsur eksternal, Denpom menerjunkan lima personel, Kodim 30 personel dan satu kompi Zipur sebanyak 100 personel.
Tak hanya itu, Satpol PP Provinsi Kaltim dan Satpol PP Kota Samarinda turut menurunkan total 150 personel. Dinas Perhubungan mengerahkan 30 personel untuk membantu pengaturan arus lalu lintas, sedangkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Dinas Kesehatan masing-masing menyiapkan 15 personel. Relawan Kota Samarinda juga dilibatkan dengan kekuatan 30 anggota.
Arie mengimbau, seluruh peserta aksi agar tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan anarkis selama demonstrasi berlangsung.
“Kami berharap penyampaian aspirasi dilakukan secara damai, tertib dan tidak merusak fasilitas umum. Kepolisian juga siap memfasilitasi audiensi agar tuntutan massa dapat disampaikan secara langsung,” tegasnya.
Selain pengamanan, kepolisian juga menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi aksi guna mengantisipasi kepadatan kendaraan selama demonstrasi berlangsung.
Editor: Erwin