Langkah itu dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang digelar guna mengidentifikasi berbagai kekurangan layanan yang selama ini berjalan.
FGD tersebut menghadirkan instansi yang dinilai memiliki pengalaman kuat dalam pelayanan masyarakat, seperti Dinas Perpustakaan dan Dinas Komunikasi dan Informatika. BPS ingin mendapatkan penilaian langsung dari sesama lembaga pelayanan agar pembenahan yang dilakukan lebih tepat sasaran.
Tim Pelayanan Statistik Terpadu BPS Samarinda, Rangga Adhulya K, mengatakan forum itu sengaja dilaksanakan sebagai ruang kritik dan masukan terhadap sistem pelayanan yang dimiliki BPS saat ini.
“Kami meminta pendapat dari OPD lain, apa yang masih kurang dari pelayanan kami supaya bisa diperbaiki ke depannya,” ujarnya kepada Korankaltim.com, Rabu (20/5/2026).
Menurutnya, pelayanan publik di BPS tidak hanya berkaitan dengan penyediaan data statistik, tetapi juga bagaimana masyarakat dapat mengakses informasi secara mudah, cepat, dan transparan.
Ia menilai tuntutan terhadap kualitas pelayanan pemerintah kini semakin tinggi. Karena itu, setiap instansi dituntut terus melakukan evaluasi agar pelayanan yang diberikan benar-benar dirasakan masyarakat.
“Semua instansi pemerintah sekarang diharuskan memberikan pelayanan publik sebaik-baiknya kepada masyarakat,” katanya.
Dalam FGD tersebut, berbagai aspek pelayanan dibahas, mulai dari akses informasi, penyajian data, hingga efektivitas layanan digital yang selama ini dijalankan BPS Samarinda melalui website dan pelayanan statistik terpadu.
Melalui forum evaluasi itu, BPS Samarinda berharap dapat memperkuat kualitas pelayanan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga statistik pemerintah.
Editor: Erwin