Hingga kini, terdapat enam titik lokasi di Kota Tepian yang belum dapat dibangun karena terkendala status pemanfaatan lahan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim).
Padahal, program tersebut merupakan bagian dari agenda nasional yang didorong pemerintah pusat untuk memperkuat ekonomi masyarakat berbasis kelurahan.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian (Diskumi) Samarinda, Jusmaradhana Alus, mengatakan seluruh gerai KKMP yang telah berdiri saat ini memanfaatkan aset milik Pemkot Samarinda.
Ia menyebut Wali Kota Samarinda, Andi Harun telah menginstruksikan pihaknya untuk berkoordinasi dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) guna memetakan lahan milik pemkot yang memungkinkan digunakan untuk pembangunan gerai KKMP.
“Sementara ini sudah ada 21 lahan yang berproses dan bahkan sudah selesai pembangunan,” ujar Jusmaradhana.
Dari jumlah tersebut, dua lokasi telah rampung 100 persen, yakni di Karang Asam dan Harapan Baru. Sementara 19 titik lainnya masih dalam tahap pengerjaan.
Progres fisik ini sebagian terkendala penyesuaian luas tapak tanah serta keberadaan bangunan lama di atas aset yang memerlukan mekanisme perhitungan ulang. “Itu sudah kami tindak lanjuti sampai ke pemprov,” imbuhnya.
Enam wilayah yang belum menemukan kepastian mencakup Kelurahan Bandara, Sidomulyo, Sempaja Selatan, Sempaja Timur, Sungai Pinang Dalam, dan Dadi Mulya.
Menurutnya, kawasan tersebut sangat memungkinkan untuk dibangun jika pihak Pemprov Kaltim membuka akses pemanfaatan aset.
Diskumi Samarinda sebenarnya telah melayangkan surat resmi kepada Pemprov Kaltim sekitar tiga bulan lalu. Namun, balasan yang diterima menyebutkan pemanfaatan aset daerah tetap harus melalui mekanisme sewa sesuai aturan barang milik daerah.
Kendati demikian, ia berharap Pemprov Kaltim dapat segera memberikan jalan keluar, agar selaras dengan semangat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengenai percepatan fasilitas KKMP.
“Kalau aset pemkot, kami siap percepat. Tapi menyangkut aset provinsi, tentu kami menunggu keputusan mereka,” tandasnya.
Editor: Erwin