Dikonfirmasi Korankaltim.com, Minggu (17/5/2026) dokter Aulia sapaan akrab Bupati Kukar ini menjelaskan bahwa penandatanganan komitmen ini bagian dari upaya bersama pemerintah daerah di Kaltim dalam mempercepat realisasi investasi yang berkualitas dan berkelanjutan.
Bupati menyebutkan terdapat 10 poin komitmen strategis yang disepakati bersama guna memperkuat daya tarik investasi di daerah, sekaligus menciptakan kepastian dan kenyamanan bagi para investor.
“Terkait dengan 10 komitmen ini, Pemkab Kukar sangat mendukung sekali dan akan menindaklanjutinya,” tegasnya.
Ia menjelaskan, komitmen pertama adalah peningkatan koordinasi, kolaborasi dan sinergi antar pemangku kepentingan dalam upaya mempercepat realisasi investasi melalui penguatan kinerja Regional Investor Relation Unit (RIRU).
Selain itu, pemerintah daerah juga berkomitmen menyelesaikan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) sebagai landasan penting dalam mendukung kepastian investasi dan penataan pembangunan daerah.
Komitmen lainnya yakni mendorong penyediaan lahan yang clear and clean serta siap ditawarkan kepada calon investor, sehingga proses investasi dapat berjalan lebih cepat dan minim hambatan administratif.
Tak hanya itu, pembangunan dan peningkatan sarana serta prasarana infrastruktur pendukung investasi juga menjadi fokus utama. Menurut Aulia, infrastruktur yang memadai akan menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing daerah di mata investor.
Pemerintah daerah juga menaruh perhatian besar pada peningkatan pelayanan perizinan dan penguatan kepastian hukum bagi pelaku usaha dan investor. Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan iklim usaha yang sehat, aman, dan kondusif.
Dalam mendukung promosi potensi daerah, Kukar bersama pemerintah kabupaten/kota lainnya di Kaltim juga berkomitmen meningkatkan penyusunan kajian potensi investasi daerah dan mendorong penyusunan Investment Project Ready to Offer (IPRO), sehingga peluang investasi dapat dipetakan dan dipromosikan secara lebih terarah.
Komitmen berikutnya adalah meningkatkan promosi investasi yang efektif serta mengoptimalkan pengawalan terhadap kepeminatan investasi agar calon investor mendapatkan pendampingan dan kemudahan dalam proses realisasi usaha.
Menariknya, salah satu poin penting dalam kesepakatan tersebut adalah dorongan peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini. Bupati Aulia menilai pembangunan investasi tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas dan kualitas masyarakat lokal.
Menurutnya, investasi yang sehat harus mampu membuka peluang kerja, meningkatkan kompetensi tenaga kerja daerah, serta memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Kita ingin investasi yang masuk benar-benar memberikan manfaat besar bagi daerah dan masyarakat, termasuk dalam peningkatan kualitas SDM lokal agar mampu bersaing dan mengambil peran dalam pembangunan daerah,” sebutnya.
Melalui penandatanganan komitmen HLM RIRU Kaltim 2025 ini, Pemkab Kukar berharap mampu memperkuat posisi daerah sebagai salah satu tujuan investasi strategis di Kaktim, sekaligus mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Tentu tujuannya untuk peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kutai Kartanegara secara kolektif dan keseluruhan,” tutupnya.
Editor: Erwin