Sebagai unit pelayanan publik yang tetap wajib menjalankan Work From Office (WFO), Kecamatan Samarinda Seberang memilih menerjemahkan kebijakan tersebut dengan cara lain, yakni mendorong pegawai bersepeda ke kantor sebagai alternatif penghematan energi.
Camat Samarinda Seberang, Aditya Koesprayogi, mengatakan pihaknya tidak menerapkan WFH karena pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan penuh setiap hari.
Meski demikian, ia mencoba mengimplementasikan semangat efisiensi energi melalui perubahan perilaku pegawai, salah satunya dengan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor bagi pegawai yang berdomisili dekat kantor. Karena itu, ia mulai mengajak pegawai kecamatan maupun kelurahan untuk menggunakan sepeda saat berangkat bekerja.
“Teman-teman yang rumahnya dekat, naik sepeda juga ke kantor. Tidak semuanya harus ke lapangan pakai kendaraan,” kata Aditya pada Jumat, (15/5/2026).
Langkah tersebut diakuinya memang tidak memberikan dampak besar secara langsung terhadap penghematan bahan bakar maupun listrik. Namun, perubahan perilaku kecil dinilai penting untuk membangun kesadaran bersama mengenai efisiensi energi.
“Mungkin tidak signifikan, tetapi perubahan perilaku ini nanti bisa diikuti orang lain. Menghemat energi itu bisa dengan cara lain juga, seperti bersepeda ke kantor,” jelasnya.
Dijelaskannya, kegiatan bersepeda sebenarnya telah disinkronkan dengan agenda rutin kecamatan, seperti kerja bakti dan kunjungan lapangan setiap Jumat. Hanya saja, kini aktivitas tersebut memiliki nilai tambah karena dikaitkan dengan penghematan energi dan gaya hidup sehat.
Selain mendorong efisiensi, Aditya menilai penggunaan sepeda juga dapat membangun kedekatan pemerintah dengan masyarakat.
Dirinya berharap, kebiasaan tersebut perlahan dapat menular kepada warga, terutama bagi mereka yang memiliki jarak tempuh dekat untuk beraktivitas sehari-hari.
“Kalau nanti orang lihat seperti ini lalu mulai ramai bersepeda, itu bagus juga,” tandasnya.
Editor: Erwin