Bau menyengat mulai tercium sejak Minggu (10/5/2026) awal pekan lalu dan semakin terasa terutama pada malam hingga dini hari. Warga mengaku aroma solar masuk hingga ke dalam rumah sehingga mengganggu aktivitas dan menimbulkan berbagai keluhan kesehatan.
Ketua RT 01 Sungai Kapih Yulianti mengatakan hampir seluruh warga terdampak akibat pencemaran udara tersebut. Di wilayah itu terdapat sekitar 206 kepala keluarga dengan total 589 jiwa.
“Baunya sangat menyengat sampai masuk ke rumah warga. Banyak yang mengeluhkan pusing dan sesak napas,” ujar Yulianti, Jumat (15/5/2026).
Warga sudah beberapa kali menyampaikan keluhan karena kondisi tersebut terus berlangsung selama beberapa hari terakhir. Bahkan, seorang balita terpaksa dilarikan ke rumah sakit akibat mengalami gangguan pernapasan.
“Ada satu balita yang sampai dirawat di Rumah Sakit Dirgahayu karena sesak napas,” katanya lagi.
Sementara Lurah Sungai Kapih Misbahul Munir Alhabsy mengakui adanya laporan warga terkait bau solar di kawasan RT 01. Awalnya warga menduga bau berasal dari aktivitas oli oplosan, namun setelah dilakukan pengecekan diduga kuat aroma tersebut berasal dari solar.
“Setelah dicek, ternyata bau lebih mengarah ke solar,” jelas Misbahul.
Pihak kelurahan bersama Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) sudah memberikan teguran kepada pemilik usaha yang diduga menjadi sumber pencemaran. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut dari pihak terkait.
“Pihak kepolisian sudah mengambil sampel untuk diperiksa lebih lanjut, sementara tim terkait masih terus melakukan pemantauan di lokasi guna memastikan sumber pencemaran dan dampaknya terhadap warga,” kata Munir.
Editor: Aspian Nur