Ibadah berlangsung penuh khidmat dan menjadi momentum penguatan iman bagi umat Kristen agar semakin aktif dalam pelayanan dan penyebaran firman Tuhan.
Kebaktian yang dimulai sejak pukul 08.00 WITA itu dipimpin Pendeta Muda (Pdm) Samuel Goodman Siagian yang menjelaskan, peringatan Kenaikan Yesus Kristus bukan sekadar kegiatan seremonial keagamaan, melainkan pengingat bagi umat percaya untuk melanjutkan ajaran dan pelayanan Kristus di tengah masyarakat.
“Kenaikan Yesus menjadi pengingat agar kita terus memberitakan firman Tuhan dan melanjutkan pelayanan-Nya,” ujar Samuel kepada Korankaltim disela peringatan pagi tadi.
Ada tiga pesan utama dalam ibadah tersebut. Pertama, umat Kristen diajak tidak hanya memikirkan keselamatan pribadi, tetapi juga memiliki kepedulian untuk membagikan firman Tuhan kepada sesama. “Keselamatan itu harus dibagikan dan diajarkan kepada orang lain,” sebut Samuel.
Selain itu, Samuel mengingatkan jemaat agar tidak takut menghadapi tantangan dalam menjalankan iman dan pelayanan. Umat harus percaya dan yakin Tuhan memegang kuasa atas kehidupan. “Kita tidak boleh takut dalam memberitakan firman Tuhan karena Yesus memegang kendali,” tegas Samuel.
Jemaat diajak untuk aktif dalam kehidupan rohani dan pelayanan gereja, mewujudkan iman melalui tindakan nyata dan keterlibatan dalam pelayanan.
Dalam kesempatan itu, Samuel menyebut jemaat GPdI Temindung Jemaat Haleluya akan menggelar doa bersama selama 10 malam menjelang Hari Pentakosta sebagai bentuk persiapan rohani.
Iswanto, seorang jemaat mengaku ibadah tersebut memberikan penguatan spiritual dan membawa sukacita dalam kehidupannya. “Firman Tuhan membuat kami semakin dekat kepada Tuhan dan memberi damai dalam hidup,” kata Iswanto.
Editor: Aspian Nur