Bantuan diserahkan Wakil Ketua DPRD Kaltim Ananda Emira Moeis kepada Kelompok Nelayan Makmur Palaran di Kelurahan Rawa Makmur Minggu (10/5/2026) kemarin.
Program bantuan yang berasal dari Pemerintah Provinsi (Pemprov ) Kaltim itu merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang disampaikan saat agenda reses pada tahun 2025 lalu. Setelah melalui proses pembahasan dan pengawalan di tingkat legislatif, bantuan akhirnya dapat direalisasikan untuk mendukung aktivitas para nelayan di kawasan tersebut.
Bantuan yang diberikan bukan hanya sebatas simbolis, melainkan bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap peningkatan produktivitas nelayan lokal.
“Aspirasi ini kami terima langsung dari masyarakat saat reses tahun lalu, kemudian kami perjuangkan melalui berbagai tahapan pembahasan hingga akhirnya hari ini dapat direalisasikan. Harapannya bantuan ini benar-benar bermanfaat bagi para nelayan,” kata Ananda.
Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas operasional para nelayan yang selama ini masih terkendala kondisi mesin lama yang kurang memadai.
Peningkatan fasilitas penunjang melaut akan berdampak langsung terhadap hasil tangkapan ikan para nelayan.
Dengan jangkauan melaut yang lebih luas dan mesin yang lebih andal, produksi perikanan diyakini dapat meningkat sehingga turut memperkuat ketahanan pangan di wilayah Samarinda dan Kukar.
Sebagian besar hasil tangkapan nelayan Palaran selama ini dipasarkan hingga ke wilayah Anggana. Karena itu peningkatan produksi dinilai memiliki kontribusi penting terhadap pasokan kebutuhan ikan masyarakat di daerah sekitar.
Selain menyerahkan bantuan mesin kapal, Ananda juga menyoroti persoalan klasik yang hingga kini masih dihadapi para nelayan, yakni keterbatasan akses terhadap bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.
Nelayan di kawasan Palaran dan Samarinda Seberang selama ini harus menempuh perjalanan cukup jauh menuju Loa Buah, untuk mendapatkan pasokan solar karena fasilitas pengisian BBM terdekat belum beroperasi. Kondisi tersebut dinilai menyebabkan biaya operasional nelayan semakin tinggi dan mengurangi efisiensi aktivitas melaut.
DPRD Kaltim terus mendorong percepatan pengoperasian Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) yang direncanakan berada di kawasan Selili.
“Secara administrasi sebenarnya sudah selesai. Tinggal penyelesaian teknis operasional saja. Kami akan terus mengawal agar SPBN ini segera berfungsi sehingga nelayan tidak lagi kesulitan memperoleh solar,” ucap Ananda lagi.
Ketua Kelompok Perikanan Nelayan Makmur Palaran, Darwis, mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah terhadap kebutuhan nelayan di wilayahnya.
Selama ini banyak nelayan masih menggunakan mesin lama dengan kondisi kurang layak, bahkan beberapa di antaranya sering mengalami kerusakan saat digunakan melaut. Keterbatasan kapasitas mesin juga membuat nelayan tidak dapat menjangkau area tangkapan yang lebih jauh.
“Bantuan ini sangat membantu kami. Sebelumnya banyak mesin yang sudah rusak atau tenaganya kecil sehingga kami terbatas saat melaut. Dengan mesin baru, kami berharap hasil tangkapan bisa meningkat dan jangkauan melaut menjadi lebih luas,” ujar Darwis.
Pemerintah diharapkan dapat segera merealisasikan pengoperasian SPBN di Selili agar persoalan distribusi solar tidak lagi menjadi hambatan utama bagi nelayan. Jarak tempuh yang jauh untuk mendapatkan BBM selama ini cukup membebani pengeluaran nelayan, terutama di tengah tingginya biaya operasional melaut.
“Kami berharap SPBN di Selili bisa segera berjalan supaya nelayan tidak perlu jauh-jauh membeli solar. Selain bantuan mesin, kami juga berharap dukungan alat tangkap lainnya dapat terus berlanjut,” ucap Darwis.
Editor: Aspian Nur