Diketahui, sejak pemberangkatan pertama pada 25 April lalu, hingga saat ini tiga kloter jemaah haji asal Kota Samarinda telah tiba di Arab Saudi.
Dari tiga kloter yang diberangkatkan, dua kloter seluruhnya diisi oleh jemaah asal Kota Tepian dengan masing-masing membawa sekitar 360 jemaah.
Sementara untuk Kloter 8, kata dia, pemberangkatan jemaah tergabung bersama Penajam Paser Utara (PPU) dan Kalimantan Utara (Kaltara).
“Kloter 1 dan 4 seluruhnya diisi oleh jemaah asal Samarinda. Sedangkan di Kloter 8, jemaah asal Samarinda berjumlah sekitar 80 orang dan tergabung dalam kloter gabungan bersama jemaah dari PPU dan Kaltara,” ujar Jurait kepada wartawan Korankaltim.com, Jumat (8/5/2026).
Kemudian saat disinggung perihal kabar meninggalnya salah seorang jemaah haji asal Samarinda, Jurait mengaku pihaknya belum bisa menjelaskan lebih detail terkait hal tersebut. Namun, menurut dia, berdasarkan informasi yang diterima kondisi jemaah tersebut dalam keadaan sehat saat diberangkatkan.
“Kita tahunya dari informasi yang masuk juga, dan pada waktu diberangkatkan kondisi jemaah tersebut sehat,” ucapnya.
Lebih lanjut, Jurait juga mengungkapkan banyaknya jemaah lanjut usia (lansia) yang berangkat haji tahun ini menuntut pelayanan yang lebih optimal. Selain itu menurutnya kondisi fisik setiap jemaah menjadi perhatian utama.
“Apalagi cuaca di Arab Saudi saat ini sedang memasuki musim panas dengan suhu yang cukup tinggi,” katanya.
Oleh karenanya, pihaknya mengimbau para jemaah, khususnya lansia, agar senantiasa menjaga kesehatan sejak sebelum keberangkatan.
Editor: Erwin