Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III APT Pranoto Samarinda Riza Arian Noor mengatakan, sebagian besar wilayah Kalimantan Timur diperkirakan mengalami curah hujan kategori menengah dengan kisaran 50 hingga 150 milimeter. “Secara umum hampir seluruh wilayah Kalimantan Timur didominasi curah hujan kategori menengah,” kata Riza kepada Korankaltim.com Jumat (8/5/2026).
Peluang terjadinya hujan kategori menengah mencapai lebih dari 80 persen di sebagian besar wilayah Kaltim. Meski demikian, BMKG juga memprediksi adanya wilayah dengan curah hujan kategori tinggi selama Mei 2026. “Untuk sebagian wilayah Mahakam Ulu dan Kutai Barat diprediksi mengalami curah hujan kategori tinggi, berkisar 150 hingga 200 milimeter,” jelasnya.
Selain curah hujan, BMKG juga mencatat sifat hujan di Kalimantan Timur secara umum masih berada pada kategori normal atau sekitar 85 hingga 115 persen dibanding rata-rata klimatologis. Namun beberapa daerah diprakirakan mengalami sifat hujan di bawah normal dengan kisaran 50 hingga 84 persen. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Paser, Berau, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara, serta Kota Samarinda, Balikpapan dan Bontang.
BMKG juga mencatat kondisi hari tanpa hujan (HTH) di Kalimantan Timur masih cukup bervariasi. Berdasarkan data hingga 30 April 2026, sebagian besar wilayah mengalami HTH kategori sangat pendek hingga menengah, yakni antara 1 hingga 20 hari. Sementara itu, durasi hari tanpa hujan terpanjang tercatat di Kecamatan Jempang, Kabupaten Kutai Barat, yang mencapai 14 hari. “Kami mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dari BMKG selama Mei 2026,” tutup Riza.
Editor: Aspian Nur