Langkah ini dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda guna mengantisipasi masuknya penyakit menular, terutama Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menjadi atensi utama.
Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Distapangtani) dipastikan seluruh proses pengawasan dilakukan secara berlapis bahkan sejak hewan ternak masih berada di daerah asal.
Kepala Distapangtani Samarinda Darham menjelaskan, pemantauan intensif sudah dimulai satu bulan sebelum hewan dikirim ke Samarinda. Setiap ternak yang didatangkan dari luar pulau wajib melalui serangkaian prosedur medis, mulai dari pemeriksaan kesehatan, masa karantina, hingga vaksinasi wajib sebelum didistribusikan ke masyarakat. “Hewan kurban dari luar pulau kami pantau, saat tiba langsung dilakukan vaksinasi,” tegas Darham.
Pemeriksaan tidak hanya dilakukan saat hewan tiba di pelabuhan. Keterlibatan dokter hewan serta kelengkapan dokumen kesehatan di daerah asal menjadi syarat mutlak dalam prosedur pengiriman. “Ada karantina dan pemeriksaan catatan kesehatannya,” sebutnya.
Fokus utama petugas adalah mencegah penyebaran PMK. Seluruh hewan yang masuk melalui jalur laut terlebih dahulu dikumpulkan untuk menjalani vaksinasi tambahan, kemudian diberi penanda khusus berupa kode batang yang dipasang di telinga hewan. Penandaan ini berfungsi sebagai bukti fisik bahwa hewan tersebut telah melewati prosedur kesehatan resmi. “Semua hewan yang masuk dikumpulkan dan divaksin, lalu diberi tanda bahwa itu sudah resmi,” katanya lagi.
Selain memperketat pintu masuk utama, tim lapangan juga diterjunkan untuk menyisir lapak-lapak penjualan, termasuk pedagang musiman di pinggir jalan.
Petugas melakukan pemeriksaan fisik secara rutin guna memastikan kondisi ternak tetap prima hingga hari pemotongan. “Kalau ada yang sakit, diobati dulu sampai layak. Kalau masih sakit, kita kembalikan,” tegasnya.
Dengan sistem pengawasan berlapis ini, Distapangtani optimis seluruh hewan kurban yang beredar di Kota Tepian memenuhi standar kesehatan dan aman untuk dikonsumsi. “Sudah kami pastikan hewan kurban yang dijual dalam kondisi sehat,” tutup Darham.
Editor: Aspian Nur