Demonstrasi yang awalnya bertujuan menyampaikan aspirasi itu diwarnai aksi lempar dan aksi dorong antara massa dan aparat, sehingga menimbulkan korban dari kedua belah pihak.
Ketua Umum PKC PMII Kaltim, Muhammad Said Abdillah mengatakan, aksi yang dilaksanakan tersebut merupakan respons atas pernyataan gubernur yang menyebut kantor gubernur terbuka 24 jam bagi masyarakat.
“Jadi tujuan demo kali ini yang diinisiasi oleh PKC PMII Kalimantan Timur memenuhi panggilan Pak Gubernur. Dalam artian kemarin dia sempat melakukan statement kantor gubernur terbuka 24 jam untuk masyarakatnya. Dan hari ini kita bersilaturahim ingin menyampaikan aspirasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pihaknya membawa sejumlah tuntutan, di antaranya apresiasi atas pergantian Wakil Ketua I TGUPP serta desakan pergantian Ketua DPRD Kaltim. Selain itu, massa juga menyoroti transparansi pengembalian mobil dinas senilai Rp8,5 miliar.
“Mobil yang seharga Rp8,5 miliar itu beserta dengan akuarium dan kursi pijat. Ini kita mau minta transparansinya jangan omon-omon saja. Publik juga butuh tahu terkait data-data mana saja, prosesnya sudah sejauh apa,” tegasnya.
Terkait insiden ricuh, Said mengungkapkan terdapat empat kader PMII Kaltim yang mengalami luka cukup serius.
“Ada empat kader kami yang luka, satu sampai dilarikan ke rumah sakit dengan luka di kepala hingga tujuh jahitan, dan tiga lainnya sempat pingsan,” katanya.
Ia menduga gesekan terjadi akibat kondisi massa yang kelelahan serta adanya lemparan yang tidak diinginkan. Rencana mimbar bebas pun dibatalkan dan diganti dengan pernyataan sikap.
Sementara itu, Kabagops Polresta Samarinda Kompol Zarma Putra menyebut, pihaknya mengerahkan sekitar 400 personel gabungan untuk mengamankan aksi tersebut. Namun situasi sempat memanas karena aksi saling lempar.
“Ada perang batu, kemudian juga ada korban dari kita dan juga dari penggerak. Ada polwan yang sempat pingsan setelah dilempar, dan tiga personel sempat ditarik massa,” jelasnya.
Ia menambahkan, dari pihak kepolisian terdapat lima personel yang mengalami luka. “Anggota kita ada lima yang luka, termasuk satu polwan yang sempat pingsan. Ada juga yang luka di bagian bibir dan kepala akibat lemparan,” ujarnya.
Selain itu, satu personel dari Humas yang bertugas secara nonseragam juga mengalami luka di bagian jidat akibat terkena lemparan batu. Meski demikian, seluruh korban telah mendapatkan perawatan medis. “Tidak ada yang luka parah, rata-rata luka robek akibat lemparan benda keras,” tutupnya.
Hingga malam hari, situasi di lokasi aksi berangsur kondusif meski aparat masih bersiaga di sekitar Kantor Gubernur Kaltim.
Editor: Erwin