Berdasarkan Surat Edaran Nomor 500.11.6/464/100.05 tertanggal 30 April 2026, pihak sekolah diminta untuk menyosialisasikan kepada pelajar tingkat SLTP dan SLTA yang belum memiliki SIM agar tidak menggunakan kendaraan roda dua.
Kepala Dishub Samarinda Hotmarulitua Manalu menjelaskan, langkah ini diambil untuk merespons aduan masyarakat di berbagai titik.
Laporan tersebut mencakup kawasan Jalan Wijaya Kusuma, Kecamatan Samarinda Ulu hingga area dekat SMPN 2 di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kecamatan Samarinda Kota.
“Pelajar memarkirkan kendaraan di jalan lingkungan yang seharusnya digunakan warga,” ujar Manalu pada Senin (4/5/2026).
Menurut Manalu, penggunaan jalan lingkungan sebagai lokasi parkir liar telah menghambat akses warga dan meningkatkan risiko kecelakaan. Langkah ini juga merupakan bentuk perlindungan bagi pelajar di bawah umur yang secara psikis dinilai belum layak untuk berkendara. “Kita ingin mencegah mereka terlibat kecelakaan lalu lintas,” tegasnya.
Penertiban ini bukanlah kebijakan baru, melainkan penguatan penegakan aturan yang sudah lama berlaku terkait larangan berkendara bagi anak di bawah umur.
Pasalnya, terdapat perubahan pola pelanggaran setelah pihak sekolah meniadakan fasilitas parkir, para siswa cenderung beralih memarkirkan kendaraan di lahan kosong atau ruko di sekitar sekolah.
Fenomena ini terpantau di SMPN 7 Samarinda (Jalan Kadrie Oening), di mana area yang kosong pada malam hari berubah menjadi penuh sepeda motor saat pagi hari. Kondisi serupa ditemukan di lingkungan SMPN 8 Sungai Kunjang. “Mereka tidak parkir di sekolah, tetapi mencari tempat lain,” ungkapnya.
Guna memperkuat penindakan, Dishub Samarinda membuka peluang koordinasi dengan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda untuk melaksanakan razia gabungan. “Kami akan koordinasikan apakah nanti pengempesan ban sekaligus penilangan,” tambahnya.
Sebagai solusi berkelanjutan, Dishub Samarinda juga mendorong optimalisasi sistem zonasi pendidikan agar pelajar beralih ke moda transportasi ramah lingkungan. “Kita edukasi (pelajar) agar berjalan kaki atau menggunakan sepeda,” tandasnya.
Editor: Erwin