Aksi ini berlangsung dengan pengawalan ketat aparat kepolisian, seiring meningkatnya konsentrasi massa di sejumlah ruas jalan utama menuju lokasi unjuk rasa.
Dalam pantauan di lapangan, para mahasiswa membawa berbagai atribut aksi seperti spanduk, bendera organisasi, serta poster berisi tuntutan.
Massa juga tampak diiringi satu unit mobil komando yang digunakan untuk menyampaikan orasi secara bergantian sepanjang perjalanan menuju gedung dewan. Arus lalu lintas di sekitar jalur yang dilalui sempat mengalami perlambatan akibat iring-iringan massa aksi.
Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap sejumlah isu yang dinilai mendesak dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah maupun legislatif. Dalam pernyataan sikapnya, massa aksi menyampaikan tiga tuntutan utama yang menjadi fokus gerakan mereka.
Pertama, mereka mendesak DPRD Provinsi Kaltim untuk segera memutuskan penggunaan Hak Angket sebagai bentuk pengawasan terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai bermasalah. Kedua, massa menuntut peningkatan kesejahteraan buruh serta mendesak revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan yang dianggap belum berpihak kepada pekerja.
Selain itu, isu pendidikan juga menjadi sorotan dalam aksi ini. Mahasiswa menuntut keadilan dalam sektor pendidikan serta jaminan keselamatan bagi seluruh pelajar di Kaltim, menyusul berbagai kasus yang dinilai mencerminkan lemahnya perlindungan terhadap peserta didik.
Hingga berita ini diturunkan, massa aksi masih terus bergerak menuju Gedung DPRD Kaltim dan diperkirakan akan menggelar unjuk rasa dengan penyampaian aspirasi secara terbuka di hadapan perwakilan legislatif. Aparat keamanan terlihat bersiaga untuk mengantisipasi potensi gangguan ketertiban selama aksi berlangsung.
Editor: Erwin