Direktur Teknik Perumdam Samarinda, Kaharuddin, mengatakan kenaikan pendapatan dipicu oleh penyesuaian tarif air yang diberlakukan sejak awal tahun. Kebijakan tersebut dilakukan secara bertahap dengan total kenaikan sekitar sembilan persen.
“Memang ada kenaikan pendapatan, karena penyesuaian tarif yang sudah disepakati di awal tahun. Kenaikannya bertahap, tidak langsung,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Meski demikian, ia menegaskan tambahan pendapatan itu tidak sepenuhnya berbanding lurus dengan kondisi keuangan perusahaan. Pasalnya, dalam beberapa pekan terakhir, biaya operasional mengalami peningkatan, terutama akibat naiknya harga bahan bakar dan kebutuhan produksi lainnya.
Akibatnya, margin yang diharapkan dari kenaikan pendapatan menjadi tergerus. Kondisi ini membuat Perumdam harus bekerja lebih keras menjaga keseimbangan antara pemasukan dan beban operasional.
“Jadi bukan berarti pendapatan naik lalu kondisi langsung aman. Karena biaya juga ikut naik, bahkan cukup terasa dampaknya,” jelasnya.
Di sisi lain, Perumdam tetap memprioritaskan pelayanan kepada masyarakat sebagai kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda. Hal ini membuat ruang efisiensi menjadi terbatas, karena distribusi air harus tetap berjalan optimal.
Selain tekanan biaya, potensi musim kemarau juga menjadi faktor yang perlu diantisipasi. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena El Nino berpotensi memengaruhi ketersediaan air baku di wilayah Kaltim.
Jika debit air menurun atau terjadi gangguan produksi, distribusi ke pelanggan bisa terdampak. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi pendapatan, terutama jika layanan tidak berjalan optimal.
“Kami tetap menjaga produksi, tapi kalau ada faktor alam seperti kemarau panjang, tentu ada potensi gangguan. Itu juga bisa berdampak ke pendapatan,” katanya.
Perumdam Samarinda pun terus mengupayakan langkah antisipatif, baik dari sisi teknis maupun manajemen, agar peningkatan pendapatan yang ada tetap bisa menopang operasional di tengah tekanan biaya dan tantangan eksternal.
Editor: Erwin