Ketua Kadin Kota Samarinda, Muhammad Ridwan, mengungkapkan bahwa seluruh tahapan penjaringan telah dilaksanakan sejak pertengahan Maret hingga akhir April.
“Kami sudah melaksanakan pembukaan pendaftaran dari 17 Maret sampai 25 April. Hari Sabtu kemarin sudah ditutup, dan calon yang mendaftar cuma satu,” ujarnya, kepada Korankaltim.com, Senin (27/4/2026).
Ia menjelaskan, setelah penutupan pendaftaran, tahapan berikutnya adalah proses verifikasi administrasi oleh tim yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu singkat.
“Verifikasi InsyaAllah tanggal 28, dilakukan oleh tim, dan itu biasanya selesai satu hari,” jelasnya.
Mukota VIII sendiri dijadwalkan berlangsung pada awal Mei, sesuai dengan surat resmi yang telah diterbitkan oleh Kadin.
“Pelaksanaan Mukota dilaksanakan tanggal 2 Mei di Hotel Ibis Samarinda, sesuai dengan surat yang sudah disampaikan,” katanya.
Terkait munculnya calon tunggal, Ridwan mengaku sebelumnya telah mendorong sejumlah kader dan pengurus Kadin yang dinilai potensial untuk maju. Namun, sebagian besar belum bersedia.
“Saya sudah tawarkan ke beberapa teman yang saya nilai layak, tapi mereka menyatakan belum dulu. Padahal kader-kader Kadin Samarinda ini banyak yang kompeten,” ungkapnya.
Atas dorongan tersebut, ia akhirnya memutuskan kembali maju sebagai calon ketua, meski awalnya berharap muncul regenerasi kepemimpinan.
“Awalnya saya berharap ada yang melanjutkan, karena lima tahun itu sudah cukup lama. Tapi karena diminta teman-teman, saya maju lagi,” tuturnya.
Dengan hanya satu kandidat, peluang aklamasi pun terbuka dalam forum Mukota mendatang.
“Kalau memang satu nama saja, kemungkinan besar aklamasi,” pungkasnya.
Editor: Erwin