Diketahui dalam gerakan yang juga disebut Aksi 214 itu sempat beredar unggahan di media sosial sejumlah oknum yang sengaja merusak seng pembatas pada proyek Teras Samarinda Tahap II.
Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda pun memastikan kondisi fasilitas publik di Teras Samarinda tetap dalam keadaan terjaga, meskipun ditemukan beberapa kerusakan yang tergolong kategori ringan.
Wali Kota Samarinda Andi Harun meninjau langsung lokasi guna memantau dampak dari pergerakan ribuan massa tersebut Rabu, (22/4/2026) hari ini.
Dari hasil pengecekan di lapangan ditemukan beberapa kerusakan minor yang dinilai tidak signifikan, seperti pada pagar pembatas dan sejumlah material lantai. “Hanya satu yang rusak dan itu sedikit, pagar di kegiatan teras tahap II. Selain itu ada batu andesit yang terkupas, paling tiga atau empat lembar,” beber Andi Harun.
Andi Harun mengaku cukup terkesan lantaran aset publik tetap utuh meski sempat dipadati peserta aksi dalam jumlah besar. Itu menjadi indikator positif terhadap tingkat kedewasaan masyarakat dalam menyuarakan pendapat.
“Jarang ada aksi dengan ribuan massa seperti itu tidak terjadi kerusakan besar. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat cukup tinggi,” ungkapnya.
Pemkot Samarinda bergerak dengan menginstruksikan langkah pemulihan. Proses pengerjaan fisik mulai dilaksanakan pada hari yang sama dengan kebutuhan anggaran pemeliharaan yang relatif kecil, yakni sekitar Rp10 Juta. “Insyaallah tidak sampai seminggu semua sudah selesai,” ucap Andi Harun optimis.
Dirinya juga mengapresiasi sikap kooperatif warga yang tetap peduli terhadap fasilitas daerah. Ia pun mengajak seluruh elemen untuk terus menjaga kondusivitas Samarinda sembari tetap aktif merawat sarana publik yang telah dibangun. “Mari jaga bersama Samarinda, pelihara bersama fasilitas publik,” tutup Andi Harun.
Editor: Aspian Nur