Kehadiran jembatan itu mempermudah aktivitas masyarakat sehari-hari, mulai dari bekerja, bersekolah hingga mengakses layanan kesehatan.
Panglima Kodam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono menyebut, peresmian jembatan tersebut merupakan bagian dari program strategis nasional yang diinisiasi pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Program ini ditindaklanjuti oleh TNI Angkatan Darat melalui Kodam VI/Mulawarman untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
“Hari ini bersama-sama kita menyaksikan peresmian Jembatan Beton Garuda dan groundbreaking untuk enam titik jembatan beton di wilayah Samarinda. Ini merupakan instruksi langsung dari Presiden,” ujar Krido.
Pembangunan jembatan difokuskan pada wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah serta menunjang mobilitas masyarakat, termasuk dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan distribusi logistik. “Pembangunan ini tentu akan memudahkan akses masyarakat dan mempererat hubungan antarwarga,” papar Krido.
Selain jembatan di Palaran, terdapat enam titik sasaran pembangunan lain di wilayah Kodim 0901/Samarinda, yakni di Kelurahan Rawa Makmur, Lok Bahu, Bukuan, Bantuas, Lempake, dan Sungai Kapih.
Pembangunan jembatan dilakukan dengan standar kualitas yang telah ditetapkan, meskipun waktu pengerjaan relatif singkat, yakni sekitar 14 hari dengan panjang jembatan antara 4 hingga 12 meter. “Pengerjaan dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat dan personel TNI,” sebut Krido lagi.
Ada enam titik sasaran pembangunan jembatan beton di wilayah Kodim 0901/Samarinda yang tersebar di sejumlah kecamatan, meliputi Kelurahan Rawa Makmur di Kecamatan Palaran, Kelurahan Lok Bahu di Kecamatan Sungai Kunjang, Kelurahan Bukuan dan Bantuas di Kecamatan Palaran, Kelurahan Lempake di Kecamatan Samarinda Utara, serta Kelurahan Sungai Kapih di Kecamatan Sambutan.
“Enam titik pembangunan ini kami sebar di beberapa wilayah yang memang membutuhkan akses jembatan sebagai penghubung utama aktivitas masyarakat,” ujarnya.
Prioritas pembangunan diberikan pada wilayah dengan kebutuhan mendesak, termasuk lokasi dengan jembatan rusak atau berisiko bagi keselamatan warga.
“Dengan pembangunan ini, kami berharap pemerataan infrastruktur di Samarinda semakin meningkat serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tutup Krido.
Editor: Aspian Nur