Tim Emergency Medical Team–Info Taruna Samarinda (EMT-ITS) mencatat sebanyak 46 peserta aksi harus mendapatkan pertolongan hingga malam hari.
Ketua ITS Samarinda Joko Iswanto mengatakan, mereka menyiagakan kekuatan penuh sejak awal aksi. Sebanyak 25 ambulans dikerahkan, didukung sekitar 150 personel medis yang disebar di kawasan Kantor DPRD Kalimantan Timur dan Kantor Gubernur Kaltim.
“Kemarin jumlah armada kami tambah dari rencana awal untuk menyesuaikan kondisi di lapangan. Total ada 25 ambulans dengan sekitar 150 personel yang kami siagakan,” kata Jokis, sapaan akrabnya kepada Korankaltim.com Rabu (22/4/2026)
Sejak pagi, tim medis telah bersiaga di depan Kantor DPRD Kaltim Jalan Teuku Umar yang menjadi titik awal aksi. Hingga pukul 13.00 WITA, tercatat 11 peserta aksi mengalami gangguan kesehatan, didominasi kelelahan, dehidrasi, dan pingsan akibat cuaca panas serta padatnya massa.
Saat massa bergerak menuju Kantor Gubernur Kaltim pada siang hari, tim medis langsung melakukan penyesuaian dengan memindahkan sebagian armada dan personel.
“Kami melakukan pergeseran mengikuti pergerakan massa. Ambulans yang sebelumnya di DPRD kami alihkan ke kantor gubernur untuk memastikan penanganan tetap maksimal,” jelasnya.
Memasuki sore hingga malam, jumlah peserta aksi yang membutuhkan penanganan meningkat. Di kawasan Kantor Gubernur Kaltim Jalan Gajah Mada, sebanyak 35 orang tercatat mendapatkan bantuan medis hingga pukul 20.30 WITA. “Secara keseluruhan kami menangani 46 peserta aksi dari dua titik. Mayoritas pasien dapat ditangani langsung di lokasi maupun di posko kesehatan yang telah kami siapkan,”ujar Jokis lagi.
Meski sebagian besar kasus tergolong ringan, terdapat beberapa peserta yang harus dirujuk ke rumah sakit. Empat orang dilaporkan mengalami kondisi serius seperti dugaan serangan jantung dan asma, termasuk satu peserta yang dilarikan ke RS Dirgahayu.
Aksi demonstrasi berakhir pada malam hari, dengan massa secara bertahap membubarkan diri. Tim medis memastikan seluruh peserta yang membutuhkan pertolongan telah mendapatkan penanganan yang diperlukan.
Editor: Aspian Nur