Penyisiran sampah difokuskan pada dua poros utama yakni kawasan Kantor Gubernur Kaltim di Jalan Gajah Mada dan Kantor DPRD Kaltim di Jalan Teuku Umar.
Sekitar 102 personel dikerahkan untuk memastikan sisa-sisa material aksi tidak mengganggu estetika dan kenyamanan warga saat beraktivitas kembali pasca demonstrasi.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Samarinda Muhammad Taufiq Fajar menjelaskan, pihaknya menerapkan strategi khusus agar pembersihan berjalan efektif di tengah pergerakan massa. “Pola yang kami pakai adalah post action cleaning. Kami memastikan massa sudah benar-benar bubar, baru pasukan DLH bergerak serentak melakukan giat pembersihan,” ungkap Taufiq kepada Korankaltim.com.
Strategi ini terbukti efektif. Di kawasan Jalan Teuku Umar misalnya, DLH tidak hanya menurunkan petugas penyapu, tetapi juga menyebar 60 karung sampah sebagai langkah preventif. "Ini menjadi peringatan bagi teman-teman mahasiswa untuk melakukan aksi simpatik memungut sampah mereka sendiri,” tambahnya.
Selain menyasar titik orasi di DPRD Kaltim dan Kantor Gubernur, petugas juga menyisir jalur penghubung seperti kawasan Islamic Center, Teras Samarinda hingga rute yang dilalui massa.
Mengingat adanya residu pembakaran ban di beberapa titik, DLH menerjunkan armada lengkap yang terdiri dari lima truk sampah, tiga mobil patroli, satu unit penyapu jalan (road sweeper), serta dua truk tangki untuk penyemprotan trotoar.
“Petugas kami langsung masuk untuk sterilisasi agar residu pembakaran dan sampah botol plastik segera tertangani,” sebut Taufiq lagi.
Meski didominasi sampah sisa makanan dan minuman, DLH menargetkan proses normalisasi awal rampung dalam empat jam. Seluruh personel di lapangan tetap dibekali standar keselamatan tinggi untuk mengantisipasi sisa material aksi yang berisiko bagi kesehatan.
Gerak cepat ini diambil guna memastikan dua jalur protokol tersebut sudah bersih sepenuhnya sebelum aktivitas perkantoran dan ekonomi masyarakat dimulai kembali pada pagi besok. “Intinya begitu massa bubar, pasukan bergerak agar kota kembali nyaman bagi warga,” tutup Taufiq.
Editor: Aspian Nur