Sebagian massa aksi masih bertahan di lokasi dan menolak membubarkan diri meski hari mulai beranjak malam. Kondisi tersebut membuat aparat kepolisian yang berjaga mengambil langkah tegas guna mengendalikan situasi dan mencegah potensi eskalasi yang lebih luas.
Ketegangan meningkat ketika sejumlah demonstran dilaporkan melakukan aksi pelemparan ke arah petugas. Benda-benda seperti batu, botol air mineral hingga berbagai material lain terlihat diarahkan ke barisan aparat. Aksi tersebut memicu suasana ricuh di sekitar lokasi, sementara aparat kepolisian berupaya tetap menjaga formasi dan menahan diri agar kondisi tidak semakin memburuk.
Ditengah situasi yang memanas, petugas terus melakukan upaya pembubaran secara bertahap terhadap massa yang masih bertahan. Hingga sekitar pukul 19.00 WITA, aparat masih terlihat berupaya mengurai kerumunan dan mendorong massa menjauh dari area kantor gubernur. Sejumlah kendaraan taktis juga disiagakan untuk mendukung proses pengamanan di lapangan.
Selain itu, aksi pembakaran spanduk oleh beberapa peserta demonstrasi turut mewarnai situasi di depan kantor gubernur. Kobaran api dari spanduk yang dibakar sempat menarik perhatian dan menambah ketegangan di lokasi. Meski demikian, aparat bergerak cepat untuk mengendalikan keadaan dan memastikan api tidak meluas.
Hingga malam hari ini, pihak kepolisian masih berusaha memulik mundur masa ke arah Jalan RE Martadinata dan kea rah Pasar Pagi, situasi secara umum masih dalam pengawasan ketat aparat kepolisian. Upaya pengendalian terus dilakukan guna memastikan keamanan tetap terjaga serta mencegah terjadinya insiden lanjutan di kawasan tersebut.
Editor: Aspian Nur