Satu diantara langkah yang ditempuh adalah menggelar apel kesiapan pasukan sebagai bentuk finalisasi pengamanan di dua titik utama aksi di Kota Tepian.
Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Endar Priantoro menyampaikan, apel tersebut menjadi bagian dari pengecekan menyeluruh terhadap kesiapan personel serta sarana dan prasarana pendukung. Ia menegaskan bahwa seluruh aspek pengamanan telah dirancang secara matang, termasuk teknis pelaksanaan di lapangan.
“Hari ini kami mengadakan apel kesiapan gelar pasukan untuk pengamanan aksi unjuk rasa. Ini final untuk mempersiapkan secara keseluruhan, baik personel, sarana-prasarana maupun teknis pengamanan,” kata Endra kepada awak media Senin (20/4/2026).
Total personel gabungan yang disiagakan mencapai 2.556 orang, terdiri dari 1.922 personel kepolisian, 70 personel TNI serta 564 personel dari instansi terkait lainnya. “Pengamanan kami fokuskan di dua titik utama, yakni Kantor DPRD Kalimantan Timur dan Kantor Gubernur Kalimantan Timur. Selain itu, objek-objek vital lainnya juga masuk dalam skema pengamanan untuk mengantisipasi potensi gangguan,” sebut Endar lagi.
Pemasangan pagar kawat di sejumlah titik merupakan langkah preventif untuk mencegah potensi tindakan negatif dari pihak tidak bertanggung jawab. Menurutnya, langkah tersebut tidak akan mengganggu jika aksi berlangsung tertib.
“Itu upaya untuk mencegah pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab melakukan hal negatif. Kalau tidak ada niat buruk, tentu tidak akan menjadi masalah,” tegasnya.
Pendekatan pengamanan mengedepankan prinsip humanis, preemtif dan preventif. “Paradigma kami adalah pelayanan, bukan kontra. Kami ingin aksi berjalan tertib, aspirasi tersampaikan, dan situasi tetap kondusif,” sebut Endar lagi.
Sementara Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono memastikan kesiapan TNI dalam mendukung pengamanan. “Tentu kami siap membantu Polri sesuai aturan yang berlaku. Ketika diminta, kami siap turun dengan pendekatan humanis,” ujar Krido.
Editor: Aspian Nur