Emergency Medical Team–Info Taruna Samarinda (EMT-ITS) menyatakan kesiapan dengan mengerahkan personel kesehatan dan armada ambulans untuk mengantisipasi potensi kondisi darurat selama aksi berlangsung.
Ketua Info Taruna Samarinda Joko Iswanto menjelaskan, timnya mulai bersiaga sejak pagi hari di kawasan Kantor DPRD Kalimantan Timur Jalan Teuku Umar. Penempatan personel dilakukan di sejumlah titik pos guna memastikan respons cepat jika terjadi situasi yang membutuhkan penanganan medis pada aksi yang disebut juga Aksi 214 itu.
“Kami menyiapkan tiga pos utama di sekitar DPRD Kaltim yang mulai aktif pukul 08.00 WITA hingga kegiatan selesai. Ada 15 ambulans dan 92 personel medis kami tempatkan di titik strategis,” kata Jokis, sapaan akrab Joko Iswanto kepada Korankaltim.com Senin (20/4/2026).
Untuk mendukung penanganan lanjutan, EMT-ITS juga telah berkoordinasi dengan sejumlah rumah sakit rujukan, seperti RSUD Hermina, RSUD Abdul Wahab Sjahranie dan Samarinda Medika Citra (SMC).
Selain di DPRD, tim relawan juga disiagakan di area Kantor Gubernur Kalimantan Timur Jalan Gajah Mada mulai siang hari besok. Di lokasi tersebut, EMT-ITS membentuk dua pos pelayanan medis dengan dukungan tambahan personel dan ambulans.
“Di Kantor Gubernur, kami menurunkan enam ambulans dengan 32 tenaga medis. Rumah sakit rujukan juga sudah kami siapkan untuk mengantisipasi kondisi darurat lanjutan,” tambah Jokis.
Secara keseluruhan, EMT-ITS bersama relawan lainnya mengerahkan 20 ambulans dan 125 personel medis. Selain itu, terdapat 13 ambulans siaga panggil serta sekitar 100 relawan cadangan yang dapat dikerahkan sewaktu-waktu.
Kehadiran relawan medis bertujuan untuk memastikan keselamatan seluruh pihak selama aksi berlangsung. “Kami berharap kegiatan berjalan tertib dan aman. Tim kami siap memberikan pertolongan kapan pun dibutuhkan,” tegasnya.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar turut mengapresiasi dukungan relawan. Sinergi antara aparat dan relawan menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan. “Kami mengimbau peserta aksi tetap tertib dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum,” kata Hendri.
Editor: Aspian Nur