Bantuan tersebut tidak hanya berasal dari individu, tetapi juga dari organisasi masyarakat (ormas) dan berbagai komunitas yang turut bersimpati terhadap gerakan ini.
Koordinator Posko, Marry Marwah, menyampaikan bahwa dukungan yang masuk tidak hanya berupa uang, tetapi juga logistik seperti makanan dan minuman.
Partisipasi yang luas ini dinilai sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap isu yang diangkat dalam aksi.
“Bantuan mengalir dari seluruh lapisan masyarakat, baik perorangan maupun kelompok. Semua berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing,” ujar Marry, Sabtu (18/4/2026).
Ia menjelaskan, dana yang terkumpul akan difokuskan untuk mendukung konsumsi peserta aksi serta kebutuhan operasional lainnya. Meski demikian, Marry menyebutkan, sebagian peserta dari aliansi telah menyatakan akan membawa bekal secara mandiri.
“Selain itu, bantuan yang diterima posko juga berupa air mineral, makanan ringan, serta kebutuhan konsumsi lainnya. Bahkan kita juga menerima makanan berat yang disumbangkan oleh berbagai pihak, termasuk warung makan setempat,” ucapnya.
Terkait distribusi bantuan saat aksi di tanggal 21 April, Marry menjelaskan penyaluran akan diatur oleh masing-masing koordinator kelompok. Setiap koordinator bertanggung jawab atas jumlah massa yang dibawanya.
“Misalnya satu ormas membawa 300 orang, maka koordinatornya yang mengatur distribusi untuk kelompok tersebut, sehingga pembagian lebih terstruktur,” katanya.
Lebih lanjut, Marry juga mengatakan, aksi yang digelar pada 21 April itu akan membawa berbagai aspirasi masyarakat. Namun, dirinya menegaskan untuk isi orasi atau tuntutan merupakan tanggung jawab masing-masing peserta.
“Setiap kelompok punya isu sendiri. Posko hanya memfasilitasi, bukan menentukan isi tuntutan,” tutupnya.
Editor: Erwin