Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu menyatakan bahwa kebijakan ini merupakan inisiatif instansinya sebagai langkah awal untuk memberikan keteladanan kepada masyarakat.
Seluruh pegawai didorong untuk mengatur pola perjalanan secara kolektif, termasuk berbagi kendaraan (carpooling) atau beralih ke moda transportasi alternatif.
“Kami mengajak seluruh staf mengatur pola perjalanan. Kalau sebelumnya masing-masing bawa mobil, bahan bakarnya dua kali lipat. Dengan pola antar, cukup satu kendaraan,” ujar Manalu pada Jumat, (17/4/2026).
Langkah tersebut diyakini tidak hanya berdampak positif pada efisiensi konsumsi bahan bakar, tetapi juga efektif mengurangi beban kepadatan di ruas jalan kota.
“Efisiensi bahan bakar terpenuhi, dan dari sisi ruang jalan juga berkurang yang terpakai setiap harinya,” imbuhnya.
Program ini tetap berjalan meski seluruh aparatur tetap bekerja dari kantor (Work From Office). Pada hari pelaksanaannya, sebagian pegawai mulai berjalan kaki, bersepeda, hingga memanfaatkan kendaraan bersama.
Kebijakan yang menyasar sekitar 150 personel di kantor Dishub Samarinda itu resmi diberlakukan mulai Jumat pekan ini.
Menanggapi kemungkinan adanya pegawai yang terpaksa membawa kendaraan pribadi, Manalu menegaskan bahwa aturan ini bersifat wajib. Baginya, Dishub harus menjadi garda terdepan dalam memberikan contoh nyata terkait penanganan isu transportasi dan lingkungan.
“Ini sudah kita wajibkan karena kita memberi contoh bagaimana mengurangi kemacetan, gas buang, dan konsumsi BBM dimulai dari Dishub,” tegasnya.
Di sisi lain, promosi penggunaan kendaraan listrik sebagai bagian dari komitmen jangka panjang juga telah dilakukan. Manalu sendiri mengaku telah beralih menggunakan kendaraan listrik dalam aktivitas kedinasannya.
Bahkan, pihaknya baru saja menggelar pertemuan dengan komunitas kendaraan listrik guna membahas penguatan ekosistem transportasi ramah lingkungan.
Komunitas disebut mengusulkan adanya insentif berupa parkir gratis bagi pengguna kendaraan listrik di Samarinda, yang rencananya akan diajukan kepada Wali Kota Samarinda, Andi Harun.
“Komunitas mengajak bagaimana kita mempromosikan kendaraan listrik yang mengurangi emisi, kebisingan, dan lebih efisien,” pungkasnya.