Kegiatan tersebut diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Samarinda.
Dalam forum itu, Ganjar Pranowo menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi. Ia menyebut ruang kebebasan berpendapat saat ini terbuka luas, namun harus diimbangi dengan tanggung jawab serta kemampuan berpikir rasional.
“Demokrasi hari ini memberi ruang bagi siapa saja untuk bersuara tanpa harus dibungkam. Tapi kebebasan itu harus diiringi dengan akal sehat, terutama dalam menyaring informasi yang kita terima,” ujar Ganjar kepada peserta Seminar Nasional, Rabu (15/4/2026).
Menurutnya, arus informasi yang begitu cepat di era digital menuntut pemuda untuk lebih kritis agar tidak mudah terpengaruh oleh hoaks maupun opini yang menyesatkan.
“Kita tidak boleh asal percaya. Pemuda harus punya kemampuan memilah mana informasi yang benar, mana yang tidak. Di situlah pentingnya akal sehat sebagai dasar dalam bersikap,” tegasnya.
Ganjar juga mendorong mahasiswa untuk aktif berdiskusi dan berani menyampaikan gagasan di ruang publik sebagai bagian dari kontribusi dalam demokrasi.
Di sisi lain, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Hukum UMKT, Jhonatan Rafi, menyoroti fenomena menurunnya keberanian mahasiswa dalam menyampaikan pendapat. Ia menilai, sebagian pemuda mulai memilih diam karena melihat kondisi kebebasan berekspresi yang dirasa menyempit.
“Pemuda sekarang banyak yang enggan bersuara karena melihat kondisi yang ada. Padahal pemuda itu harus berani, karena punya peran penting dalam demokrasi. Jangan sampai melupakan sejarah,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan kesadaran sejarah menjadi landasan penting bagi generasi muda dalam bersikap dan berkontribusi terhadap kehidupan berbangsa.
Seminar ini diikuti sekitar 600 peserta dari berbagai kampus di Samarinda. Diskusi berlangsung dinamis dengan partisipasi aktif mahasiswa dalam sesi tanya jawab, mencerminkan tingginya perhatian generasi muda terhadap isu demokrasi dan kebebasan berekspresi.
Editor: Erwin