Aksi tersebut direncanakan berlangsung di dua titik utama, yakni Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada dan Gedung DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar.
Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, menegaskan bahwa pihak legislatif tidak akan menghalangi jalannya aksi tersebut.
Ia menyampaikan, kegiatan unjuk rasa merupakan bagian dari hak konstitusional warga negara dalam menyampaikan pendapat di ruang publik dan membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyuarakan aspirasi.
Dia memastikan, lembaganya telah menyiapkan mekanisme penerimaan massa aksi, termasuk memfasilitasi pertemuan antara perwakilan demonstran dengan anggota dewan.
“Kami mempersilakan masyarakat untuk menyampaikan pendapatnya. Itu adalah bagian dari demokrasi, dan kami siap menerima,” ujar Ananda, Rabu (15/4/2026).
Lebih lanjut, ia menjelaskan dialog akan menjadi pendekatan utama dalam merespons aksi tersebut.
DPRD Kaltim berkomitmen untuk mendengarkan secara langsung berbagai tuntutan maupun masukan yang disampaikan, sehingga dapat ditindaklanjuti secara konstruktif.
Ananda juga menekankan pentingnya menjaga komunikasi yang sehat antara masyarakat dan pemerintah daerah.
Politisi PDIP itu menilai, hubungan yang terbuka dan dialogis menjadi kunci dalam menjaga stabilitas daerah sekaligus memastikan setiap aspirasi publik mendapat perhatian yang layak.
Meski demikian, DPRD Kaltim mengingatkan seluruh peserta aksi untuk tetap mematuhi aturan yang berlaku.
Dirinya berharap kegiatan demonstrasi dapat berlangsung secara damai, tertib, dan tidak mengarah pada tindakan yang merugikan berbagai pihak.
“Kami berharap aksi berjalan dengan baik dan tidak bersifat anarkis. Kami akan menerima dan mendengarkan apa yang menjadi aspirasi masyarakat,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen, DPRD Kaltim menyatakan akan terus membuka ruang dialog selama aksi berlangsung.
Setiap aspirasi yang disampaikan, kata Ananda, akan dicatat dan dipelajari untuk kemudian ditindaklanjuti sesuai kewenangan lembaga.
Di akhir pernyataannya, ia kembali menegaskan kesiapan DPRD dalam menyambut aksi tersebut. “Kami siap menunggu dan menerima perwakilan massa aksi untuk berdialog,” pungkasnya.
Editor: Erwin