Program tersebut merupakan pengembangan dari Car Free Day (CFD) yang selama tiga tahun terakhir rutin dilaksanakan setiap Minggu pagi di ruas jalan tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda Hotmarulitua Manalu mengatakan, rencana tersebut merupakan tindak lanjut surat edaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait efisiensi energi.
Salah satu poin dalam kebijakan tersebut adalah mendorong pengurangan penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil di tengah masyarakat.
“Efisiensi energi salah satunya bagaimana tingkat perjalanan atau mobilitas masyarakat menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat bisa terkurangi,” ujar Manalu, Rabu (15/4/2026).
Berdasarkan kajian rekayasa lalu lintas Dishub, Jalan Kesuma Bangsa dinilai sebagai lokasi paling ideal untuk memulai konsep tersebut karena masyarakat telah terbiasa dengan pola penutupan jalan di area tersebut.
“Jalan Kesuma Bangsa ini sudah berlangsung sekitar dua sampai tiga tahun CFD yang dilaksanakan di hari Minggu dari pukul 06.00 WITA sampai 10.00 WITA,” jelasnya.
Dalam naskah perencanaannya, CFN akan berlangsung setiap Sabtu mulai pukul 19.30 hingga 23.00 WITA. Tak sekadar mensterilkan jalan dari bising mesin, kegiatan ini turut merangkul pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar roda ekonomi lokal ikut berputar.
“Kami juga mengundang beberapa UMKM dan mereka setuju dengan konsep ini. Jadi selain mengurangi konsumsi energi, kita juga membangkitkan kegiatan ekonomi masyarakat,” katanya.
Selama agenda berlangsung, akses kendaraan di kawasan Jalan Kesuma Bangsa akan ditutup total, serupa dengan skema CFD pada pagi hari.
Guna mengantisipasi keterbatasan ruang parkir, Dishub Samarinda mengarahkan pengunjung untuk memanfaatkan area alternatif seperti GO Mall dan area Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Dispursip Samarinda.
Pengunjung juga disarankan menggunakan sistem drop-off (turun di titik tertentu) sebelum memarkirkan kendaraan.
“Kalau parkir di Kesuma Bangsa tidak mencukupi, kami arahkan ke GO Mall kemudian masyarakat bisa berjalan kaki menuju lokasi,” terangnya.
Selain itu, warga yang memiliki sepeda diimbau untuk memanfaatkannya menuju lokasi sebagai bagian dari membiasakan pola hidup sehat.
Dishub pun menyiagakan petugas pengawasan guna memastikan tidak ada kendaraan yang menerobos area tersebut selama kegiatan berlangsung.
Inovasi ini diharapkan mampu menjelma sebagai ikon baru aktivitas malam akhir pekan di Kota Tepian, sekaligus menjadi langkah nyata dalam mendukung penghematan energi nasional melalui pengurangan penggunaan kendaraan pribadi.
“Program ini direncanakan menjadi agenda rutin sekaligus ikon baru di Samarinda. Sabtu ini kami rencanakan peluncurannya, semoga Pak Wali Kota (Andi Harun) menyetujui dan bisa langsung meluncurkannya,” tandasnya.
Editor: Erwin