Suasana itu tercipta setelah terjadi longsor di bagian belakang rumah seorang warga. Material tanah yang bergerak cepat menimpa bagian dapur dan menjebol dinding rumah. Meski sempat memicu kepanikan, beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Penghuni rumah Rizky Akhmad Muhlisin menuturkan awal mula kejadian yang disaksikannya langsung. "Saya sedang duduk di depan rumah dan melihat sudah ada retakan di dinding. Pas lagi nongkrong tiba-tiba dindingnya jatuh dan itu kena longsor semua," ujar Rizky.
Bagian dapur menjadi bagian paling parah terkena material tanah. Namun keberuntungan masih berpihak pada keluarganya. "Keluarga kebetulan lagi istirahat di ruang tamu dan bagian dapur kosong. Alhamdulillah semua selamat," tambah Rizky.
Usai longsor, Rizky bersama keluarga dan teman dan warga sekitar langsung melakukan pembersihan awal untuk mengamankan area yang terdampak.
Sementara Muhammad Randa dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Samarinda mengakui adanya kejadian tanah longsor itu . "Kami menerima informasi pada pukul 23.17 WITA dari laporan warga melalui WhatsApp call center BPBD," kata Randa.
Ia memastikan longsor dipicu pergerakan tanah pada tebing yang labil. "Material jatuh menimpa rumah milik Djemangin," jelasnya.
BPBD mencatat satu kepala keluarga dengan dua jiwa terdampak. Saat ini TRC telah memasang police line dan melakukan asesmen. "Kami mengimbau penghuni untuk mengurangi aktivitas di area longsor," ucap Randa lagi.
Sebagai langkah pencegahan, BPBD juga menyiapkan terpal untuk menutup jalur air agar tanah tidak kembali bergerak saat hujan. Pemantauan kondisi tanah masih terus dilakukan untuk memastikan keamanan warga sekitar.
Editor: Aspian Nur