Wakil Direktur Penunjang RSUD AWS, dr Mazniati, menegaskan bahwa seluruh tindakan medis yang dilakukan telah sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Dalam keterangannya, Mazniati menjelaskan pihak rumah sakit telah melakukan edukasi kepada keluarga pasien serta menyelesaikan permasalahan secara prosedural.
Namun, diakui sempat terjadi kesenjangan komunikasi dengan keluarga yang kemudian memicu kesalahpahaman hingga menyebar di media sosial.
“Semua sudah kami luruskan. Informasi yang beredar dari pihak keluarga di media sosial juga sudah diklarifikasi dan terbantahkan. Kami mohon doa agar pasien dapat menjalani operasi dengan lancar dan segera sembuh,” ujarnya.
Lebih lanjut, pihak rumah sakit memastikan audit internal tengah berjalan dengan menjamin independensi tim pemeriksa.
Komite yang melakukan audit disebut berada langsung di bawah direktur dan beranggotakan tenaga profesional yang memiliki kompetensi di bidangnya.
Menanggapi isu yang menyebutkan adanya keterlibatan anak magang atau mahasiswa dalam tindakan medis terhadap pasien, Mazniati dengan tegas membantah hal tersebut.
Dia menyebutkan, sejak satu bulan sebelum pasien dirawat hingga saat ini, tidak ada tenaga magang yang bertugas di rumah sakit.
“Jelas tidak ada anak magang. Itu hanya isu yang sempat beredar di media sosial dan tidak benar. Kalaupun ada tenaga magang, mereka pasti didampingi sesuai prosedur,” jelasnya.
Dari hasil keterangan tenaga medis, termasuk perawat dan pihak terkait lainnya, seluruh tindakan terhadap pasien telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur. Kondisi pasien saat ini juga dilaporkan dalam keadaan baik dan stabil.
Rencananya, pasien akan menjalani tindakan operasi lanjutan berupa skin graft atau pencangkokan kulit.
Prosedur ini bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan jaringan kulit yang sehat pada area yang membutuhkan perbaikan.
“Operasi ini dilakukan untuk membantu pertumbuhan jaringan kulit agar lebih cepat pulih. Kami akan melakukan yang terbaik,” kata Mazniati.
Meski demikian, pihak rumah sakit juga mengakui setiap tindakan medis memiliki risiko, termasuk kemungkinan reaksi terhadap anestesi.
Namun, seluruh risiko tersebut telah diantisipasi melalui pemeriksaan dan prosedur medis yang ketat sebelum tindakan dilakukan.
Saat ini, kondisi psikologis keluarga pasien disebut sudah membaik setelah mendapatkan penjelasan dari tim medis.
Ibu pasien yang sebelumnya merasa khawatir kini dilaporkan lebih tenang dan optimistis terhadap proses penyembuhan anaknya.
Pihak RSUD AWS berharap permasalahan ini tidak berkembang lebih jauh dan masyarakat dapat menerima klarifikasi yang telah disampaikan.
Editor: Erwin