Rudy Mas'ud menjelaskan, seleksi direksi Bankaltimtara dilakukan melalui pansel dan telah diumumkan dan semua boleh mendaftar. "Tidak ada masalah, yang penting profesional, akuntabel dan memiliki kompetensi karena ini bicaranya tentang duit, yang pastinya berkaitan dengan duit negara dan berpengaruh secara nasional," ujar Rudy Mas'ud, Senin (30/3/2026).
Apalagi Bankaltimtara merupakan bank besar, sehingga orang yang terpilih harus berkualitas dan proses pemilihan dilakukan oleh panitia seleksi, bukan kepala daerah.
"Setelah ditetapkan oleh panitia seleksi baru diserahkan ke OJK (Otoritas Jasa Keuangan ), nanti mereka yang menetapkan baru diserahkan kepada kita," papar Rudy.
Pemprov juga memilih berdasarkan nilai dan kompetensi, layak atau tidak layaknya sebagai calon direksi sebuah bank. Saat disinggung alasan pergantian direksi tersebut, Rudy mengungkapkan ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan.
"Diantaranya di Kalimantan Utara, disana sempat terjadi tindak pidana korupsi. Uang masyarakat hilang ratusan miliar," ungkap Rudy.
Selain itu dia menilai kinerja kerja Bankaltimtara, dibandingkan dari 2024 hingga 2025 deviden Kaltim turun sekitar 32 persen.
"Padahal kami sudah masukkan dari APBD Kaltim ke Bankaltimtara (penyetaraan modal) sebesar Rp338 Miliar tetapi yang hanya terealisasi sekitar Rp191 Miliar," tutup Rudy.
Editor: Aspian Nur