Menurut Ananda, masyarakat mempertanyakan bentuk penghematan yang benar-benar dihasilkan dari penerapan WFA. Pasalnya, meskipun pegawai tidak sepenuhnya bekerja di kantor, sejumlah fasilitas perkantoran tetap digunakan.
Ia menjelaskan, kebijakan WFA yang diinisiasi pemerintah pusat bertujuan menekan penggunaan energi, baik listrik maupun BBM. Namun, efektivitas kebijakan tersebut masih perlu dikaji lebih lanjut berdasarkan implementasi di lapangan.
“Kita lihat saja nanti bagaimana pelaksanaannya. Secara konsep, memang untuk penghematan, tetapi hasil nyatanya tergantung bagaimana dijalankan,” kata Ananda, Minggu (28/3/2026).
Lebih lanjut, Ananda menekankan di tengah kondisi ekonomi yang dipengaruhi dinamika global dan nasional, seluruh daerah saat ini menghadapi keterbatasan ruang fiskal.
Oleh karena itu, ia menilai kebijakan WFA seharusnya menjadi momentum untuk meningkatkan kreativitas dan kinerja.
“Kita semua diminta untuk bekerja lebih maksimal. Baik pemerintah pusat maupun daerah harus lebih kreatif dalam meningkatkan pendapatan daerah. Kinerja harus lebih dipacu,” tegasnya.
Terkait kekhawatiran pengurangan hari kerja di kantor dapat menurunkan produktivitas, Ananda justru berpandangan sebaliknya. Dia menilai sistem kerja fleksibel dapat mendorong peningkatan kinerja, selama dijalankan dengan tanggung jawab.
“WFA itu anywhere and everywhere, artinya bisa bekerja di mana saja dan kapan saja. Seharusnya ini tidak mengurangi kinerja, justru harus meningkatkan,” jelasnya.
Ia juga mencontohkan pengalaman selama pandemi COVID-19, di mana banyak sektor tetap mampu bekerja secara produktif meski dilakukan dari rumah.
“Waktu pandemi saja kita tetap produktif. Sekarang kondisinya sudah lebih baik, seharusnya bisa lebih maksimal lagi,” katanya.
Menanggapi potensi kecemburuan antar instansi, terutama bagi dinas yang tetap harus memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, Ananda menilai setiap instansi memiliki beban dan tanggung jawab masing-masing.
“Semua punya tugas dan fungsi berbeda, tapi tanggung jawabnya sama-sama besar. Tidak perlu dibandingkan,” pungkasnya.
Editor: Erwin