Arjuna, pedagang es batu dan udang di pasar tradisional Kota Tepian itu termasuk yang merasakan langsung besarnya kerugian.
Dijelaskannya, saat kebakaran terjadi aktivitas pasar berlangsung normal karena Pasar Segiri memang sudah ramai sejak tengah malam.“Sudah jualan seperti biasa. Memang di sini jam 12 malam sampai jam satu sudah penuh aktivitas,” kata pria 50 tahun itu.
Titik api pertama terlihat dari area los sayuran. Tak lama kemudian, situasi berubah kacau setelah terdengar beberapa ledakan yang diduga berasal dari tabung gas dan sepeda motor. “Ada ledakan, bahkan dua motor meledak. Itu yang bikin panik, semua orang langsung mundur,” jelas Arjuna.
Arjuna bersama keluarganya mencoba menyelamatkan barang dagangan. Dari sekitar 30 unit kulkas miliknya, hanya sebagian yang berhasil dievakuasi sebelum api membesar. “Ada tiga yang kena api, sekitar 10 sempat diselamatkan anak saya,” tuturnya.
Kerugian yang ia alami mencapai puluhan juta rupiah. Meski demikian, ia berencana memperbaiki lapaknya secara sederhana agar bisa kembali berjualan. “Rencananya pasang atap dulu, yang penting bisa jalan lagi,” ucap Arjuna lagi.
Pedagang sayur lainnya bernama edo juga mengalami kerugian besar. Pria 34 tahun itu mengaku hampir seluruh dagangannya hangus terbakar karena api merambat cepat di area los sayur. “Sayur-sayuran habis semua, tidak sempat diselamatkan,” ujar Edo.
Aktivitas pasar sudah mulai ramai saat kebakaran, namun pedagang hanya bisa menyelamatkan diri. “Jam segitu sudah ramai, tapi begitu api besar, semua fokus selamatkan diri,” jelasnya.
Pemerintah Kota Samarinda sudah meninjau lokasi dan memerintahkan instansi terkait mempercepat pemulihan. “Kemarin pak wali kota sudah meninjau dan bilang pemulihan akan dilakukan secepatnya. Semoga cepat terlaksana, biar kami bisa berjualan lagi,” harap Edo.
Editor: Aspian Nur