Dalam konsep yang disiapkan penyelenggara, Ketawa Bareng tidak hanya menawarkan tawa, tetapi juga ruang percakapan ringan mengenai kehidupan sosial dan keberagaman. Para tokoh agama tersebut nantinya akan menyampaikan pandangan mereka terkait persatuan, dinamika masyarakat multikultural, hingga pentingnya menjaga hubungan harmonis di tengah perbedaan. Semua dikemas melalui pendekatan komedi yang interaktif agar mudah diterima berbagai kalangan.
Pihak panitia menegaskan acara ini dirancang sebagai wadah untuk mendekatkan masyarakat dengan nilai toleransi melalui cara yang lebih santai.
“Kami ingin pesan kebersamaan dapat disampaikan tanpa batasan. Tawa menjadi jembatan untuk membuka dialog yang lebih hangat,” ungkap perwakilan panitia.
Meski jadwal dan lokasi acara belum diumumkan, antusiasme publik disebut cukup tinggi. Hal ini tidak terlepas dari popularitas Pandji serta konsep acara yang dinilai relevan dengan kondisi sosial saat ini.
Ketawa Bareng diharapkan menjadi alternatif hiburan edukatif yang mampu memperkuat hubungan antarumat beragama, sekaligus membuktikan humor dapat menjadi medium efektif untuk menyebarkan nilai-nilai kebersamaan dan saling menghargai.
Editor: Aspian Nur