Satu diantara langkah konkret yang dilakukan adalah mempercepat pembangunan ruas jalan strategis yang menghubungkan Tering di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dengan Ujoh Bilang, ibu kota Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).
Untuk mendukung percepatan tersebut, Pemprov Kaltim telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp90 Miliar pada tahun 2026. Dana ini difokuskan untuk melanjutkan pembangunan jalan yang selama ini menjadi akses penting bagi masyarakat di kawasan hulu.
Ruas jalan Tering–Ujoh Bilang sendiri memiliki panjang sekitar 135 kilometer. Hingga saat ini, pembangunan belum sepenuhnya rampung karena masih terdapat beberapa segmen yang belum tersambung. Berdasarkan data terbaru, sekitar 33 kilometer jalan masih dalam tahap pengerjaan.
Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel menjelaskan, dari total sisa pekerjaan tersebut, sekitar 13 kilometer menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi, sisanya berada di bawah kewenangan pemerintah pusat yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Pemprov sudah menyiapkan anggaran sekitar Rp90 Miliar untuk tahun 2026 sebagai bagian dari percepatan pembangunan. Targetnya, seluruh ruas jalan ini dapat terselesaikan pada 2027,” ujar Ekti, Rabu (25/3/2026).
Status jalan yang belum sepenuhnya ditetapkan sebagai jalan nasional maupun provinsi membuat pola pembangunannya harus dilakukan secara kolaboratif. Sinergi antara pemerintah daerah dan pusat menjadi faktor kunci agar proyek tidak mengalami hambatan.
Lebih dari sekadar pembangunan infrastruktur, proyek jalan ini dinilai memiliki dampak strategis bagi masyarakat.
Kehadiran akses darat yang memadai akan membuka peluang pertumbuhan ekonomi, meningkatkan akses terhadap layanan dasar, serta memperlancar mobilitas warga di wilayah yang selama ini tergolong terisolasi.
Selain ruas Tering–Ujoh Bilang, pemerintah juga mendorong peningkatan konektivitas di wilayah Mahulu melalui pengembangan jalur lanjutan, diantaranya adalah pembangunan jalan dari Ujoh Bilang menuju Long Pahangai sepanjang kurang lebih 100 kilometer, serta koneksi dari Long Pahangai ke Long Apari dengan panjang sekitar 60 kilometer.
Pengembangan jaringan jalan ini diharapkan mampu menciptakan konektivitas menyeluruh di kawasan pedalaman dan perbatasan.
Dengan demikian, ketergantungan masyarakat terhadap transportasi sungai yang selama ini menjadi jalur utama dapat berkurang secara bertahap.
Namun Ekti mengingatkan keberlanjutan proyek ini sangat bergantung pada konsistensi pendanaan, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang tengah diterapkan secara nasional. “Diperlukan komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah agar proyek strategis ini tetap berjalan sesuai rencana,” tegasnya.
DPRD Kaltim akan terus menjalankan fungsi pengawasan guna menjamin alokasi anggaran tetap tersedia dalam APBD secara bertahap hingga proyek selesai. Dengan adanya percepatan pembangunan ini, Ekti mengharapkan akses menuju Mahulu tidak lagi menjadi kendala utama.
Editor: Aspian Nur