Ekspansi tersebut difokuskan pada pembangunan rumah subsidi sebagai upaya menghadirkan hunian terjangkau bagi masyarakat Kota Tepian.
Direktur Utama Perumda Varia Niaga Samarinda, Syamsuddin Hamade, mengatakan pihaknya telah menyiapkan rencana pembangunan rumah subsidi. Proyek tersebut ditargetkan mulai berjalan pada tahun ini.
“Kita Varia Niaga nanti juga fokus ke properti, termasuk mendukung program pemerintah pembangunan rumah subsidi di Sambutan. Insyaallah 2026 ini,” kata Syamsuddin.
Langkah tersebut didorong oleh tingginya kebutuhan rumah di Samarinda, sehingga peran perusahaan daerah dinilai krusial dalam membantu pemerintah menyediakan hunian layak.
“Apa yang kami lakukan pasti mendukung program besar pemerintah,” tambahnya.
Rencana strategis ini telah dibahas dan disetujui dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Proyek akan dimulai di kawasan Pelita 7, Kecamatan Sambutan yang merupakan aset milik Varia Niaga.
“Sudah disetujui dalam bentuk RKAP. Tahun ini kita mulai di Pelita 7, sekarang masih proses administrasi karena lahannya memang aset Varia Niaga,” jelas Syamsuddin.
Ia mengungkapkan, sejak menjabat pada 2021, pihaknya fokus melakukan penataan aset yang sebelumnya belum tertib, termasuk penyelesaian administrasi dan kewajiban pajak.
“Dulu asetnya dikuasai pihak lain. Sejak 2021 kami mulai menertibkan, dan sekarang kita urus untuk dimanfaatkan sebagai properti rumah subsidi,” terangnya.
Dalam hal pendanaan, Varia Niaga membuka peluang kerja sama dengan investor maupun sektor perbankan. Perusahaan lebih mengandalkan skema investasi dengan memanfaatkan aset lahan yang dimiliki.
Selain itu, untuk aspek teknis pengembangan properti, Varia Niaga akan menggandeng pengembang berpengalaman melalui kesepakatan bagi hasil yang saling menguntungkan.
Meski mengedepankan aspek bisnis, Syamsuddin menegaskan proyek ini mengemban fungsi pelayanan publik guna membantu pemerintah menyediakan rumah subsidi bagi masyarakat luas.
Kendati demikian, sebagai perusahaan daerah, Varia Niaga berkomitmen menjaga keseimbangan antara fungsi sosial dan kesehatan finansial bisnis.
“Kami harus bantu masyarakat, tapi di sisi lain bisnis juga harus sehat, tidak bisa hanya subsidi saja,” pungkasnya.
Editor: Erwin