Kepala Bidang Pelayaran Dishub Kukar, Rakhmadani Hidayat, mengatakan penurunan tersebut terlihat di sejumlah dermaga utama yang menghubungkan wilayah hulu Kaltim, seperti Kutai Kartanegara (Kukar), Kutai Barat (Kubar), hingga Mahakam Ulu (Mahulu).
“Keberangkatan kapal pada 2026 ini hanya mengangkut sekitar 40 hingga 50 orang penumpang,” kata Rakhmadani Hidayat, Minggu (22/3/2026).
Ia mengungkapkan, salah satu pemicu utama berkurangnya minat para pemudik yakni diduga faktor trauma pasca kejadian kecelakaan kapal Dahliya F 03 di perairan anak Sungai Mahakam, Kecamatan Muara Kaman dan Sebulu beberapa waktu lalu.
“Faktor penurunan jumlah penumpang ini salah satu faktornya insiden kapal tenggelam di wilayah Kecamatan Muara Kaman dan Sebuly, masyarakat lebih berhati-hati dan sebagian ada yang memilih jalur lain,” ujar.
Kata dia, jika dibandingkan dengan tahun 2025 lalu, satu armada kapal rata-rata mampu mengangkut hingga 100 penumpang dalam sekali perjalanan. Rakhmadani menilai fenomena ini juga mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap aspek keselamatan perjalanan melalui jalur air.
Ia menegaskan, Dishub Kukar akan terus memperketat pengawasan di lapangan. Para operator angkutan sungai diingatkan untuk tidak mengabaikan regulasi, terutama mengenai batas muatan dan kelayakan teknis armada.
“Kami ingatkan para operator kapal, jangan sampai muatan melebihi kapasitas. Keselamatan warga harus diperhatikan. Pastikan armada yang digunakan benar-benar layak operasi sesuai masa berlaku, periksa mesin dan kondisi kapal,” tegasnya.
Dirinya berharap dengan pengawasan yang lebih ketat, kepercayaan masyarakat terhadap transportasi jalur sungai dapat pulih kembali dengan standar keselamatan yang lebih baik dari sebelumnya.
Editor: Erwin