Menanggapi pernyataan tersebut, Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud, menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim telah lebih dulu mengambil langkah konkret dengan mengembalikan kendaraan dinas seharga Rp8,5 miliar.
Ia menyebutkan, proses pengembalian telah dimulai sejak awal Maret.
“Alhamdulillah, tanggal 2 Maret kami sudah mengembalikan mobil tersebut, dan administrasinya selesai pada 11 Maret. Jadi hari ini semuanya sudah tuntas,” jelasnya, Sabtu (21/3/2026).
Lebih lanjut, ia memastikan anggaran pengadaan kendaraan tersebut dikembalikan ke kas daerah untuk dimanfaatkan bagi kepentingan publik.
Dana tersebut diharapkan dapat dialihkan ke sektor prioritas, seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, serta kegiatan sosial masyarakat.
“Semua sudah kita kembalikan kepada pemerintah, ke kas daerah. Mudah-mudahan lebih bermanfaat untuk pembangunan, terutama yang berkaitan dengan pelayanan dasar,” tambahnya.
Terkait operasional kegiatan sehari-hari, Rudy menegaskan dirinya kini menggunakan kendaraan yang telah tersedia, termasuk mobil pribadi untuk keperluan lapangan.
Orang nomor satu di Benua Etam itu juga mengaku kerap mengemudi sendiri saat melakukan kunjungan kerja di wilayah Kaltim.
“Saya biasa menyetir sendiri. Selain melatih refleks, juga supaya bisa melihat langsung kondisi di lapangan dan apa saja yang perlu segera dibenahi,” ungkapnya.
Ia juga memastikan langkah pengembalian kendaraan dinas tersebut telah dilaporkan kepada Kementerian Dalam Negeri, baik kepada Menteri maupun Wakil Menteri Dalam Negeri.
Di akhir pernyataannya, Rudy kembali menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat serta membuka diri terhadap kritik dan saran.
“Kami mohon maaf jika ada yang kurang berkenan. Kami sangat menerima kritik dan saran. Tolong kami dikawal bersama dalam membangun Kaltim,” ujarnya.
Rudy berharap dukungan dan doa dari masyarakat agar pemerintah daerah dapat menjalankan amanah dengan baik dan membawa kemajuan bagi daerah.
“Semoga kita semua diberi kesehatan untuk menjalankan amanah rakyat ini,” pungkasnya.
Editor: Erwin