Informasi yang menyebutkan hasil Pansus tidak disetujui dipastikan tidak benar.
Wakil Ketua DPRD Kaltim Ananda Emira Moeis menegaskan, hingga saat ini tidak ada penolakan terhadap hasil kerja Pansus tersebut.
Proses yang berjalan saat ini masih berada pada tahap menuju finalisasi dan belum sampai pada pengesahan resmi.
Keterlambatan tersebut bukan disebabkan adanya penolakan, melainkan karena masih menunggu agenda pembahasan bersama pihak eksekutif, yakni Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim.
“Perlu diluruskan, bukan tidak disetujui. Hasil kerja Pansus sudah selesai, hanya saja belum masuk tahap kesepakatan akhir karena masih menunggu pertemuan dengan kepala daerah,” ujar Ananda, Jumat (20/3/2026).
Pokir DPRD merupakan bagian penting dari fungsi dan tugas legislatif, khususnya dalam menyerap aspirasi masyarakat.
Pokir tersebut merupakan hasil dari kegiatan reses yang dilakukan anggota dewan di daerah pemilihan masing-masing.
Dalam proses reses, anggota DPRD turun langsung ke masyarakat untuk mendengarkan berbagai kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi.
Hasil serapan aspirasi itu kemudian dirumuskan menjadi Pokok-Pokok Pikiran yang diperjuangkan untuk masuk dalam program pembangunan daerah.
“Pokok-pokok pikiran itu merupakan hasil reses, hasil serapan aspirasi masyarakat. Sudah menjadi kewajiban anggota DPRD untuk memperjuangkan dan mengawal aspirasi tersebut agar bisa direalisasikan,” jelasnya.
Politisi PDIP itu menegaskan seluruh tahapan pembahasan di tingkat Pansus telah diselesaikan sesuai prosedur.
Namun mekanisme formal mengharuskan adanya pembahasan lanjutan bersama pemerintah daerah sebelum dapat ditetapkan secara resmi.
Masyarakat diminta tidak salah memahami informasi yang beredar dan menegaskan bahwa DPRD tetap berkomitmen mengawal aspirasi masyarakat hingga tahap implementasi.
Dengan demikian, polemik yang sempat mencuat diharapkan dapat mereda, seiring dengan penjelasan resmi proses masih berjalan dan tinggal menunggu tahapan akhir berupa kesepakatan bersama antara legislatif dan eksekutif.
Editor Aspian Nur