Upaya ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai potensi kejadian darurat yang kerap meningkat seiring tingginya mobilitas masyarakat.
Ada 33 ambulans disiagakan untuk memberikan layanan cepat bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis baik akibat kecelakaan lalu lintas maupun kondisi darurat lainnya. Penempatan armada dilakukan di lokasi-lokasi yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Ketua Info Taruna Samarinda Joko Iswanto yang akrab disapa Jokis menjelaskan, penyebaran ambulans tersebut merupakan bentuk komitmen relawan dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat selama momen hari besar keagamaan.
“Kami menyiapkan 33 ambulans disejumlah titik yang dianggap rawan, baik dari sisi gangguan kamtibmas maupun potensi kecelakaan lalu lintas selama arus mudik dan arus balik lebaran," kata Jokis pada Rabu (18/3/2026)
Sistem penempatan armada secara tersebar bertujuan untuk mempercepat waktu tanggap petugas saat menerima laporan kejadian. Dengan strategi tersebut, EMT-ITS menargetkan respons cepat agar penanganan dapat dilakukan secara optimal.
“Kami menargetkan waktu respons ambulans bisa di bawah 10 menit sejak laporan diterima hingga tiba di lokasi kejadian,” ucap Jokis lagi.
Selain menyiapkan armada, EMT-ITS juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan darurat apabila membutuhkan bantuan medis. Warga dapat menghubungi call center 112 atau mengakses relawan terdekat yang berjaga di lapangan.
Masyarakat diminta tetap tenang jika menghadapi situasi darurat dan tidak panik serta segera menghubungi petugas agar penanganan bisa dilakukan dengan cepat dan tepat. “Kami mengimbau masyarakat tetap tenang apabila terjadi sesuatu. Segera hubungi layanan darurat atau relawan terdekat sambil menunggu petugas datang,” papar Jokis.
Dengan kesiapan ini, EMT-ITS berharap situasi arus mudik dan balik lebaran 2026 di Kota Samarinda dapat berjalan aman, tertib, serta memberikan rasa nyaman bagi masyarakat.
Editor: Aspian Nur