Kepolisian mencatat pergerakan kendaraan mulai ramai di sejumlah titik, terutama di kawasan pusat aktivitas masyarakat seperti pusat perbelanjaan dan pasar tradisional.
Kasat Lantas Polresta Samarinda Kompol La Ode Prasetyo menjelaskan, peningkatan arus lalu lintas masih tergolong landai. Namun tanda-tanda kepadatan mulai terlihat di beberapa lokasi yang menjadi tujuan masyarakat menjelang Hari Raya.
“Untuk situasi arus lalu lintas masih belum ada peningkatan yang signifikan, namun beberapa lokasi seperti pusat perbelanjaan dan pasar itu mulai menunjukkan peningkatan,” kata La Ode saat ditemui Korankaltim.com di pos terpadu, Selasa (17/3/2026).
Kepadatan lalu lintas cenderung terjadi pada waktu-waktu tertentu, khususnya menjelang berbuka puasa. Beberapa ruas jalan utama di Samarinda pun mulai mengalami peningkatan volume kendaraan.
“Menjelang berbuka puasa, mulai terdapat kepadatan di Jalan Juanda, kemudian di simpang Muara dan Slamet Riyadi itu terpantau padat juga,” sebutnya.
Meski demikian, sejumlah titik yang sebelumnya dikenal rawan kemacetan masih dalam kondisi terkendali. Kawasan Simpang Gunung Lingai, Gunung Mangga, hingga Sungai Damai dilaporkan masih ramai lancar tanpa hambatan berarti.
“Untuk situasi di daerah tersebut masih ramai lancar. Kalau ada kemacetan anggota kami langsung bergerak ke lokasi,” tambahnya.
Satlantas Polresta Samarinda memprediksi puncak arus mudik terjadi pada Rabu besok, 18 hingga Kamis, 19 Maret, seiring dimulainya masa libur bagi sebagian masyarakat. “Puncaknya kemungkinan di tanggal 18 dan 19, baik arus masuk maupun keluar Samarinda,” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan, personel kepolisian telah disiagakan di berbagai titik strategis guna mengatur lalu lintas dan memastikan kelancaran perjalanan masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat agar mematuhi aturan lalu lintas, melengkapi surat kendaraan, serta mengutamakan keselamatan selama perjalanan mudik,” tutup La Ode.
Editor: Aspian Nur