Korban ditemukan pada hari kedua pencarian setelah sebelumnya dilaporkan hilang saat berenang bersama teman-temannya.
Koordinator Pos SAR Samarinda, Aries Setiawan, mengatakan pihaknya menerima informasi dari masyarakat terkait penemuan korban, Minggu (15/3/2026). Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh tim SAR dengan melakukan proses evakuasi.
“Baik, kami menerima informasi dari masyarakat bahwa terdapat penemuan korban yang kami cari sejak hari pertama,” ujar Aries.
Korban ditemukan dalam kondisi tertelungkup di perairan Sungai Mahakam, kawasan Teras Samarinda. Lokasi penemuan berjarak sekitar 4,1 kilometer dari lokasi kejadian perkara (LKP), tempat korban pertama kali dilaporkan tenggelam.
“Untuk posisi korban saat ditemukan dalam kondisi tertelungkup. Jarak dari titik LKP menuju titik penemuan kurang lebih sekitar 4,1 kilometer,” jelasnya.
Dalam proses pencarian, tim SAR menghadapi sejumlah kendala, salah satunya kondisi arus sungai yang cukup kuat. Meski begitu, tim bersama relawan tetap memaksimalkan upaya pencarian dengan berbagai metode.
“Pada hari pertama kami melakukan pencarian menggunakan metode visual dan pencarian itu kami maksimalkan selama setengah hari,” terangnya.
Memasuki hari kedua, pencarian dilanjutkan dengan metode penyisiran di permukaan air menggunakan perahu karet serta bantuan relawan di sepanjang aliran sungai.
“Untuk hari kedua ini kami melakukan penyisiran di permukaan air hingga akhirnya kami mendapat informasi bahwa korban ditemukan mengambang,” katanya.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban tidak dibawa ke rumah sakit. Atas permintaan pihak keluarga, jenazah langsung dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.
“Untuk korban saat ini atas permintaan dari pihak keluarga langsung dibawa ke rumah duka,” tambah Aries.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih mengawasi anak-anak saat bermain di sekitar perairan serta memberikan pemahaman mengenai bahaya aktivitas di sungai.
Editor: Erwin