Menjelang akhir masa jabatannya, Hero berharap penggantinya dapat mengakselerasi berbagai program pembangunan yang telah dirintis selama masa kepemimpinannya, mendampingi Wali Kota Samarinda, Andi Harun.
“Selama saya menjabat dan Pak Wali menjabat pembangunan begitu besarnya. Kalau bisa nanti mempertahankan dan kalau bisa lebih daripada saya,” jelas Hero.
Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda tersebut turut menekankan pentingnya menjaga tata kelola pemerintahan yang baik.
Menurutnya, aspek keamanan administrasi serta kepatuhan terhadap regulasi merupakan fondasi utama dalam menggerakkan roda birokrasi.
“Jadi seluruh kegiatan tidak lepas dari sesuai aturan yang ada dan tidak bermasalah dengan APH (Aparat Penegak Hukum) karena selama ini saya juga menjaga itu,” tuturnya.
Sebagaimana diketahui, berbeda dari prosedur sebelumnya, seleksi sekda kali ini menerapkan mekanisme manajemen talenta sebagai wujud implementasi sistem merit dalam tata kelola pemerintahan.
Proses pengisian JPT Pratama Sekda sudah dapat dimulai dua bulan sebelum pejabat definitif memasuki masa pensiun.
Metode ini merupakan yang pertama kali diterapkan di Kota Samarinda, bahkan di tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), karena tidak lagi menggunakan skema seleksi terbuka (open bidding).
Manajemen talenta menilai aparatur secara objektif berdasarkan potensi serta rekam jejak kinerja yang tercatat dalam sistem.
Berdasarkan pemetaan, terdapat lima pejabat JPT Pratama yang masuk dalam kelompok rencana suksesi dan diundang mengikuti uji kompetensi teknis.
Kelima pejabat tersebut adalah Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Ananta Fathurrozi, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Anis Siswantini, Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Marnabas, Inspektur Kota Neneng Chamelia Shanti, serta Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Suwarso.
Pada tahap uji kompetensi, peserta diminta menyusun bahan presentasi sesuai tema yang ditentukan. Selanjutnya, mereka akan menjalani wawancara dan penilaian oleh Komite Talenta yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, perwakilan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim, serta akademisi.
Dari proses tersebut, akan dipilih tiga kandidat terbaik untuk diajukan kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN) guna verifikasi ulang. Mengingat proses yang sedang berjalan, Hero pun menaruh harapan besar pada keberlanjutan program daerah.
Selain integritas tata kelola, ia menitipkan penyelesaian sejumlah proyek strategis yang kini tengah berproses, seperti pengembangan kawasan Teras Samarinda hingga rencana pembangunan Little Chinatown.
“Soal pembangunan, lanjutkan saja yang belum, seperti Teras Samarinda dan Little Chinatown,” tandasnya.
Editor: Erwin