Suasana pelabuhan mulai dipadati warga yang hendak pulang ke kampung halaman, bahkan sebagian di antaranya rela bermalam sambil menunggu jadwal keberangkatan kapal.
Salah seorang penumpang kapal tujuan Parepare, Ani, mengaku sudah berada di pelabuhan sejak dua hari lalu bersama keluarganya. Ia sengaja datang lebih awal agar tidak kehabisan tempat saat proses keberangkatan.
“Ya pulang kampung. Kami datang lebih awal karena pikirnya nanti pasti padat, jadi mau cari tempat yang aman supaya bisa dapat tempat yang bagus di kapal,” ujarnya saat ditemui di pelabuhan, Minggu (15/3/2026).
Ani mengatakan dirinya berasal dari Kabupaten Kutai Timur dan berencana pulang kampung bersama suami serta anaknya. Mereka bahkan sudah bermalam di area pelabuhan untuk menunggu jadwal keberangkatan kapal. “Sudah dua malam di sini. Saya berangkat sama suami dan anak,” katanya.
Ia menambahkan, perjalanan pulang kampung kali ini direncanakan cukup lama karena memanfaatkan masa cuti yang dimiliki.
“Rencananya mungkin sekitar 20 harian di kampung. Daripada cutinya habis di tempat kerja, mending dihabiskan di kampung,” ucapnya.
Ani juga menjelaskan alasan memilih kapal laut sebagai moda transportasi untuk mudik tahun ini, yakni karena biaya yang lebih terjangkau dibandingkan transportasi lain.
“Karena ongkosnya lebih ringan. Tiket dari Samarinda sampai Parepare sekitar Rp750 ribu per orang, itu sudah termasuk dengan busnya juga,” jelasnya.
Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala KSOP Kelas I Samarinda, Capt. Ridha Rengreng, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.
“Kalau dari operator, jumlahnya memang belum terlalu banyak. Kapasitas kapal sekitar 1.800 penumpang,” katanya.
Ia menambahkan, sekitar 200 hingga 300 calon penumpang diperkirakan bermalam di area pelabuhan dan tetap berada dalam pengawasan petugas gabungan dari TNI, Polri, KSOP, dan Pelindo.
Editor: Erwin