Kegiatan yang diinisiasi Polresta Samarinda bersama Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kalimantan Timur (Kaltim) tersebut berlangsung meriah dan diikuti ratusan pembalap dari berbagai daerah di Kalimantan.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar mengatakan, selama dua hari pelaksanaan lomba tercatat lebih dari 650 starter dilakukan dalam berbagai kelas yang dipertandingkan.
“Alhamdulillah selama dua hari perlombaan ini kalau ditotal ada sekitar 650 kali lebih starter yang dilakukan dalam perlombaan ini dari 12 kelas yang kita laksanakan,” ujar Hendri Umar saat ditemui seusai perlombaan.
Ia menjelaskan, antusiasme peserta sangat tinggi dengan sekitar 550 rider yang ikut berpartisipasi. Para pembalap tidak hanya berasal dari Samarinda, tetapi juga dari sejumlah daerah lain di Kalimantan.
“Peserta tidak hanya dari Samarinda tapi juga dari Bontang, Tenggarong, Sangatta, bahkan dari Banjarmasin dan Kotabaru, Kalimantan Selatan,” jelasnya.
Tak hanya peserta, ribuan warga juga memadati lokasi balapan untuk menyaksikan langsung jalannya perlombaan. Penonton bahkan memenuhi sepanjang ruas Jalan Kusuma Bangsa hingga Jalan Agus Salim dan Jalan Pahlawan.
“Kegiatan ini diharapkan memberikan inspirasi bahwa tidak ada tempat untuk balap liar. Kalau kegiatan positif seperti ini diakomodir dengan baik maka bakat dan kemampuan generasi muda bisa tersalurkan dengan benar,” tegasnya.
Hendri juga mengapresiasi seluruh panitia dan peserta karena selama perlombaan berlangsung tidak terjadi insiden yang menonjol.
“Selama dua hari ini tidak ada insiden, tidak ada kecelakaan, maupun praktik perjudian dan hal lain yang mengganggu jalannya lomba,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Umum IMI Kaltim, Narto Bulang menyebut jumlah peserta tahun ini meningkat signifikan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.
“Saya sangat mengapresiasi ya, pesertanya ada sekitar lebih dari 600 starter. Kalau dibandingkan dengan tahun kemarin yang sekitar 300 sampai 400, ini hampir dua kali lipat,” ujarnya.
Narto tekankan pelaksanaan event berlangsung sangat baik dan terkonsep.
“Evaluasi khusus saya pikir tidak ada. Penontonnya ramai dan yang paling penting zero incident,” pungkasnya.
Editor: Erwin